Pemilu 2019

KPU Klaim Jumlah Data Ganda Berkurang Banyak

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) Pemilu 2019.

KPU Klaim Jumlah Data Ganda Berkurang Banyak
Tribunnews.com/Glery Lazuardi
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) Pemilu 2019. TRIBUNNEWS.COM/GLERY LAZUARDI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) Pemilu 2019.

Rapat pleno digelar di Ruang Sidang Utama Lantai 2 KPU, Jalan Imam Bonjol no 29 Jakarta, Minggu (16/9/2018).

"Atas izin yang hadir di sini, rapat pleno terbuka rekapitulasi DPTHP Pemilu 2019 secara resmi saya nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum," ujar Ketua KPU RI, Arief Budiman, membuka rapat pleno, Minggu (16/9/2018).

Dia menjelaskan, rapat pleno ini merupakan tindak lanjut dari rapat pleno terbuka rekapitulasi penetapan DPT yang dilangsungkan pada 5 September lalu.

Pada saat itu, ada masukan dari partai politik dan rekomendasi dari Bawaslu RI mengenai temuan data pemilih ganda.

Baca: Pengakuan Tersangka Pembunuh Ninin: Saya Bayar Rp 100 Ribu, Dia Marah-marah Langsung Saya Cekik

Sementara itu, Komisioner KPU RI, Viryan Aziz, menambahkan rapat pleno ini merupakan tindak lanjut adanya masukkan dari parpol dan Bawaslu, untuk melakukan pencermatan bersama atas dugaan data ganda yang disampaikan.

Dia mengklaim, pertemuan antara KPU RI, partai politik dan Bawaslu RI di tingkat pusat sudah dilakukan sebanyak empat kali.

Empat pertemuan itu dilakukan mulai dari tanggal, 6 September, 10 September, 12 September, dan 14 September.

Dia menjelaskan, empat kali pertemuan itu untuk mengkoordinasikan pergerakan dan perubahan dugaan yang disampaikan.

Dalam 10 hari tersebut, pihaknya secara intens bertemu.

Setelah menerima data pemilih ganda sebanyak 131.363 dari 76 kabupaten/kota dari Bawaslu RI pada tanggal 5 September, lalu pihaknya menyerahkan data ke KPU provinsi untuk dilakukan pencermatan bersama.

"Dari hasil pencermatan tersebut, jumlahnya sudah berkurang sangat besar. Jumlahnya kalau kita perhatikan mengalami pengurangan," tambahnya.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help