Pilpres 2019

Prabowo: Kekayaan Indonesia Dibawa Pergi dan Hanya Meninggalkan Utang Tak Jelas

Makin menumpuknya utang luar negeri Indonesia pun ia pertanyakan kemana alokasi penggunaannya.

Prabowo: Kekayaan Indonesia Dibawa Pergi dan Hanya Meninggalkan Utang Tak Jelas
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
Prabowo Subianto menghadiri pembekalan bakal calon legislatif partai PAN yang berlangsung hari ini, Minggu (16/9/2018) di Hotel Grand Paragon, Tamansari, Jakarta Barat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto sebut indikator saat ini menunjukan kekayaan bangsa Indonesia dibawa pergi ke luar negeri dan hanya meninggalkan hutang.

Makin menumpuknya utang luar negeri Indonesia pun ia pertanyakan kemana alokasi penggunaannya.

Dia juga menyinggung soal nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang kian melemah. Prabowo menyebut bangsa Indonesia saat ini sedang dalam kondisi ekonomi yang terpuruk.

Baca: Pakai Dasi dan Berkaca Mata Hitam, Prabowo Hadiri Ijtima Ulama II

Prabowo juga menyebut rakyat Indonesia telah sadar bahwa kekayaan negara ini sejatinya tidak berada di tangan Indonesia sendiri.

"Rakyat kita sudah sadar, kekayaan bangsa Indonesia tidak berada di Indonesia," ujar Prabowo dalam pidatonya di acara pembekalan bakal calon legislatif PAN di Hotel Grand Paragon, Jakarta Barat, Minggu (16/9/2018).

"Kunci kemakmuran adalah bagaimana pemerintah mengelola kekayaan nasional, dan indikator sekarang menunjukan, kekayaan Indonesia dibawa terus ke luar negeri sampai hari ini, yang tinggal di Indonesia adalah hutang-hutang yang menurut saya patut dipertanyakan kemana penggunaannya itu," imbuhnya.

Lebih jauh, Prabowo melakukan hitung-hitungan terhadap perkasanya dollar AS atas rupiah saat ini yang sempat mencapai Rp 15.000 per dollar AS.

Ia mengungkap Indonesia lebih miskin dua per tiga kali jika merujuk pada nominal Rp 9.000 lima tahun lalu, dengan uang yang sama di tahun ini.

"Kita tambah miskin, sekarang kita beli barang dengan uang yang sama tidak bisa. Padahal gaji kita tidak naik. Artinya kita miskin dua per tiga," ujar Prabowo.

Untuk itu, dia menyebut Indonesia butuh perbaikan secepatnya.

PKS, PAN dan Gerindra di klaim bisa membawa perubahan tersebut.

Prabowo menyatakan siap dijadikan alat membawa kemaslahatan ummat, menyejahterakan rakyat, dan merebut kembali ekonomi Indonesia.

"Kalau saya jadi presiden, saya bertekad bahwa saya harus jadi alat bangsa dan ummat," pungkasnya.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help