Mereka Terbang dan Gugur Bersama, Ini Asal Muasal Nama Bandara Jogja, Solo dan Malang

Tak bisa dipungkiri, Indonesia selalu menamai jalan raya, bandara dan lain sebagainya yang bersifat untuk khalayak umum dengan nama para Pahlawannya.

Mereka Terbang dan Gugur Bersama, Ini Asal Muasal Nama Bandara Jogja, Solo dan Malang
Grid.ID
Dari kiri : Adi Soemarmo, Adi Sutjipto dan Abdulrahman Saleh 

TRIBUNNEWS.COM - Tak bisa dipungkiri, Indonesia selalu menamai jalan raya, bandara dan lain sebagainya yang bersifat untuk khalayak umum dengan nama para Pahlawannya.

Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk menghargai, mengenang dan menghormati jasa-saja para pahlawan Indonesia yang sudah berjuang demi kejayaan Merah Putih.

Seperti halnya dengan tiga nama bandara yang sering kita dengar yakni Jogja Adi Sutjipto, Solo Adi Soemarmo dan Malang Abdulrahman Saleh.

Ketiga bandara itu dinamai dari tiga orang pendiri/ Founding Fathers Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) yakni Komodor Muda Udara Agustinus Adisutjipto, Komodor Muda Udara Adi Soemarmo dan Komodor Muda Udara Abdulrahman Saleh.

Ketiganya merupakan bagian dari 20 orang penerbang sekolah TALOA Academy of Aeronautics Amerika Serikat yang para kadet udara itulah pendiri AURI.

Pemberian nama ketiganya untuk masing-masing bandara di pulau Jawa itu tak lepas dari peristiwa nahas yang menimpa ketiganya.

Lihat Artikel Selengkapnya

Penulis: Grid Network
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help