Pilpres 2019

TGB Jelaskan Arah Dukungan Ustaz Somad dan Aa Gym di Pilpres 2019

Itu artinya, menurut TGB, baik Aa Gym atau Ustaz Abdul Somad saat ini tidak mendukung Jokowi maupun Prabowo.

TGB Jelaskan Arah Dukungan Ustaz Somad dan Aa Gym di Pilpres 2019
Tribunnews/JEPRIMA
TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) saat menggelar konferensi pers terkait pemberitaan Majalah Tempo di kawasan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2018). TGB akan melayangkan somasi kepada majalah Tempo atas pemberitaan tentang dirinya pada edisi 17 dan 18 September 2018. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat, M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) buka suara mengenai arah ulama kondang di Tanah Air soal Pilpres 2019.

Ia menjelaskan soal arah dukungan kedua sahabatnya, yakni Aa Gym dan Ustaz Abdul Somad (UAS).

Hal itu disampaikan oleh TGB di acara Q & A pada Kamis (20/9/2018) malam.

Pada acara tersebut, pembawa acara Andini menanyakan soal arah dukungan kedua sahabat TGB itu di pilpres Tahun 2019.

Baca: Inilah Sosok yang Larang Ustaz Abdul Somad Jadi Cawapres dan Bilang UAS Lebih Mahal dari Istana

TGB pun menjelaskan kalau arah keduanya untuk saat ini masih berada di tengah.

Itu artinya, menurut TGB, baik Aa Gym atau Ustaz Abdul Somad saat ini tidak mendukung Jokowi maupun Prabowo.

"Setahu saya beliau-beliau masih di tengah, jadi menurut saya bagus juga untuk kita, tidak harus mendorong-dorong para ulama harus ke mana, harus milih ini atau itu, mungkin banyak yang ingin memilih di tengah, dan itu mungkin yang terbaik juga," jelasnya dilansir dari tayangan ulangnya di YouTube metrotvnews, Kamis (20/9/2018).

Namun ia mengoreksi perkataan Andini, ia menegaskan kalau pernyataan sebelumnya itu bukan berarti ia menilai kalau ulama sebaiknya berada di tengah.

"Saya tidak mengatakan bahwa ulama itu harus di tengah, saya mengatakan bahwa kalau ada para ulama yang ingin tetap di tengah, maka biarlah dia di tengah, tidak perlu ditarik-tarik atau dipersepsikan harus ke sana harus ke sini," bebernya.

Ia juga menjelaskan, ranah pengabdian untuk para ulama ada banyak, tidak harus dengan

"Mungkin ada yang merasa bahwa dengan mendukung calon presiden tertentu dia telah menunaikan amanah berdakwahnya, dan itu tidak bisa disalahkan, ada yang merasa udah deh daripada saya ke sana kesini mendingan saya di tengah saja, mungkin dengan ini saya lebih mampu ke mana-mana bisa berdakwah dengan tenang, itu juga satu perspektif yang harus dihormati," jelasnya.

Namun ia menegaskan, tidak boleh ada satu pihak yang merasa atau mengklaim bahwa dialah yang merepresentasikan ulama.

Penulis: Vivi Febrianti

Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help