Gempa di Sulteng

Kabasarnas: Kami Butuh Alat Berat di Palu

Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI M. Syaugi mengaku, Basarnas yang berada di Palu membutuhkan alat berat.

Kabasarnas: Kami Butuh Alat Berat di Palu
TRIBUN/IRWAN RISMAWAN
Warga korban gempa bumi dan tsunami Palu mencari barang berharga di rumahnya di kawasan Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018). Gempa bumi 7.7 SR yang disertai gelombang tsunami meluluh lantakan pesisir pantai di Palu dan info sementara korban jiwa mencapai kurabg kebih 400. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI M. Syaugi mengaku, Basarnas yang berada di Palu membutuhkan alat berat.

Hal tersebut diungkapkan Syaugi saat bersama Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto di Bandara Lanud Hasanudin Makassar, Sabtu (29/9/2018) malam.

Menurut Marsekal Madya M. Syaugi, personel dari Basarnas untuk evakuasi korban gempa reruntuhan bangunan, tidak hanya dengan tenaga manusia.

"Jadi yang diperlukan tim Basarnas di lokasi gempa Palu itu alat berat. Karena kalau kekuatan manusia itu belum cukup jadi kita butuh alat berat," kata Syaugi.

Baca: BNPB: 16.732 Orang Mengungsi Akibat Gempa dan Tsunami Palu

Pasalnya, rombongan Jenderal TNI Hadi ini telah melakukan tinjauan langsung ke lokasi gempa dan tsunami di Kota Palu Sulteng yang banyak runtuhan gedung.

Untuk itu kata Syaugi, dia perintahkan beberapa kantor Basarnas seperti SAR Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Gorontalo, Kendari untuk menuju Palu.

"Dari kemarin malam (Jumat) itu saya sudah perintahkan kapal-kapal kantor SAR dari daerah-daerah itu untuk menuju ke Palu, semuanya ke sana," jelas Syaugi.

Diketahui, pengiriman tim SAR ke Palu untuk pengutan personel dan peralatan. Namun Syaugi mengaku, Sabtu (29/9) malam diperikirakan baru sampai.

Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved