Polemik Ratna Sarumpaet

Polri Diminta Selidiki Ada Tidaknya Penerapan Teknik Propaganda ala Rusia terkait Kasus Ratna

Arsul Sani mengatakan, pihak kepolisian perlu menyelidiki dugaan teknik propaganda 'Firehose of the Falsehood' dalam kasus Ratna Sarumpaet.

Polri Diminta Selidiki Ada Tidaknya Penerapan Teknik Propaganda ala Rusia terkait Kasus Ratna
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Sekjen PPP sekaligus Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Arsul Sani mengatakan, pihak kepolisian perlu menyelidiki dugaan teknik propaganda 'Firehose of the Falsehood' dalam kasus Ratna Sarumpaet.

Arsul meminta Polri menyelidiki kasus kebohongan Ratna dalam spektrum yang lebih luas, yakni ada tidaknya penerapan teknik propaganda ala Rusia yang dikenal sebagai 'Firehose of the Falsehood'.

"Teknik propaganda ini berciri khas melakukan kebohongan-kebohongan nyata guna membangun ketakutan publik dengan tujuan mendapatkan keuntungan posisi politik," kata Arsul saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (5/10/2018).

Teknik propaganda ala Rusia itu, juga sekaligus menjatuhkan posisi politik lawannya yang dilakukan lebih dari satu kali atau secara terus menerus.

Baca: Prabowo Dibohongi Ratna Sarumpaet, Rachland Nashidik Analogikan dengan Pengemis

Arsul menduga adanya penggunaan teknik ini karena kasus pembohongan publik ini menurutnya bukan pertama kali terjadi.

"Sebelumnya dikembangkan pemberitaan tentang pembakaran mobil Neno Warisman yang setelah diselidiki ternyata bukan dibakar oleh orang lain tapi terjadi korsleting pada mobilnya," tutur Arsul.

Baca: Aktor Senior Rudy Wowor Meninggal Karena Kanker Prostat, Yuk Kenali Penyebab dan Cara Pencegahannya!

Selain ciri berusaha menimbulkan ketakutan pada publik, kata Arsul, teknik propaganda ini juga disertai dengan teknik "playing victim" yakni menimbulkan kesan pada publik bahwa pelaku pembohongan tersebut adalah korban yang teraniaya oleh satu pihak yang diasosiasikan dengan kelompok penguasa.

"Teknik propaganda itu merupakan salah satu sumber pengembangan hoaks dan ujaran kebencian," ucapnya.

Karenanya menurut Arsul, jika ingin memerangi hoaks dan ujaran kebencian maka penyelidikan untuk membongkar teknik propaganda tersebut perlu dilakukan, terutama dalam kasus Ratna Sarumpaet.

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved