Deklarasi World Toursm Park Bali

Atraksi di Udara, 31 Penerjun Dunia Semarakan Deklarasi World Tourism Park di Bali

Meski tanpa kehadiran Presiden Jokowi yang direncanakan untuk membuka deklarasi World Toursm Park di Bali,

Atraksi di Udara, 31 Penerjun Dunia Semarakan Deklarasi World Tourism Park di Bali
TRIBUNNEWS.COM/IST
Sebanyak 31 Penerjun Payung Dunia dari 7 negara seperti Inggris, Amerika, Spanyol, Meksiko, Italia, China Argentina, Indonesia dan Singapore, semarakan Deklarasi World Tourism Park di Bali, Selasa (9/10/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, BALI - Meski tanpa kehadiran Presiden Jokowi yang direncanakan untuk membuka deklarasi World Toursm Park di Bali, yang digelar di lapangan Puputan, Renon, Bali pada hari Selasa (9/10/2018) kemarin, tetap berjalan Atraksi di Udara.

Sebanyak 31 Penerjun Dunia Semarakan Deklarasi World Tourism Park di Bali sukses dan lancar. Pasalnya, kemeriahan terjadi dibuka dengan atraksi para penerjun dunia dari 7 negara seperti Inggris, Amerika, Spanyol, Meksiko, Italia, China Argentina, Indonesia dan Singapore.

31 Penerjun Payung Semarakkan Deklarasi World Tourism Park Bali.
31 Penerjun Payung Semarakkan Deklarasi World Tourism Park Bali. (TRIBUNNEWS.COM/IST)

Atraksi berawal dari ketinggian 10.000 kaki dengan gaya Wingsuit, swooping, smoke dan flag yang memukau menambah pemandangan langit yang saat itu cerah menjadi berbeda berwarna warni dari para penerjung payung diatas lapangan dan kantor Gubernur Bali.

Dan ternyata, atraksi terjun payung tersebut dipelopori oleh penerjun payung dunia yang berasal dari Indonesia bernama Naila Novaranti, bersama 31 penerjun payung lainnya yang dilepas dari pesawat Baby Hercules CN 295. Penerjun yang rata-rata dari negara eropa melandas ke lapangan dengan sempurna dan membuat sekitar 1000 tamu undangan dari berbagai unsur Pejabat, Walikota sampai Bupati daerah mengaku takjub.

31 Penerjun Payung Semarakkan Deklarasi World Tourism Park Bali.
31 Penerjun Payung Semarakkan Deklarasi World Tourism Park Bali. (TRIBUNNEWS.COM/IST)

Naila Novaranti yang juga sebagai pelatih para penerjun mengatakan bahwa sebagian besar para penerjun payung yang beratraksi saat itu sudah memiliki SC atau Security Clearance. Mereka merupakan perwakilan dari negara yang diundang khusus dalam acara tersebut. Yang istimewanya, bahkan beberapa dari club Red Devils Inggris yang selama ini dikenal di dunia. "Sebenarnya banyak sekali yang ingin berpartisipasi dalam aksi penerjun payung ini. Tetapi karena kuota dari pihak penyelenggara sangat terbatas terpaksa kami batasi hanya 31 penerjun payung," ungkap Naila Novaranti sebagai Duta Wisata Udara WTP Forum kepada sejumlah wartawan saat acara berlanhsung.

Menurut Naila, para penerjun payung yang dilibatkan melakukan aksi demonstrasi di udara memang untuk memeriahkan deklarasi tersebut, juga sesuai dengan filosofi Taman Wisata Dunia yang diusung WTP Foundation. Bahwa ada wisata udara, salah satunnya adalah penerjun payung. “Dengan terjun payung kita bisa melihat keindahan Indonesia dari atas udara. Penerjun payung dari berbagai negara datang ke Bali untuk mendukung Indonesia sebaga Taman Wisata Dunia," ungkap Naila.

31 Penerjun Payung Semarakkan Deklarasi World Tourism Park Bali.
31 Penerjun Payung Semarakkan Deklarasi World Tourism Park Bali. (TRIBUNNEWS.COM/IST)

Sementara itu, Daniel Kumendong Founder CEO Yayasan Taman Wisata Dunia, World Tourism Park (WTP Foundation) mengumumkan bahwa setelah acara deklarasi ini, pihaknya akan menyiapkan semacam lisensi untuk diserahkan kepada Bapak Presiden. “Insya Allah kalau lisensinya sudah ada, secara resmi akan disampaikan pada Beliau, tentunya akan dihadiri oleh para deklarator acara ini nantinya yang telah mendukung," ujar Daniel.

Saat ini menurut Daniel, banyak potensi wisata di Nusantara yang tidak dimiliki oleh negara lain. Hal inilah yang membuat Indonesia layak menjadi kawasan Taman Wisata Dunia. "Indonesia saat ini menjadi satu-satunya Taman Wisata Dunia yang tidak dapatkan di negara lain. Apa yang ada di dunia, pasti ada di Indonesia. Tetapi apa yang ada di Indonesia, belum tentu ada di negara lain," ujarnya.

31 Penerjun Payung Semarakkan Deklarasi World Tourism Park Bali.
31 Penerjun Payung Semarakkan Deklarasi World Tourism Park Bali. (TRIBUNNEWS.COM/IST)

Daniel menegaskan, lisensi berupa Hak Kekayaan Intelektual tentang Taman Wisata Dunia, nantinya akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo sebagai pemimpin di kawasan Taman Wisata Dunia. "Artinya lisensi tersebut sudah berdasarkan keinginan kepala daerah yang menginginkan Indonesia dijadikan Kawasan Taman Wisata Dunia sehingga apa yang menjadi ekspektasi Bapak Presiden bahwa Indonesia sebagai negara besar, mau dijadikan negara apa, apakah industri, negara pertanian atau lainnya harus disampaikan secara terbuka," papar Daniel.

Dideklarasikannya Taman Wisata Dunia juga akan mempromosikan 45 potensi wisata alam unggulan yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Dari 45 potensi wisata tersebut, akan dipilih 9 tempat wisata yang akan menjadi ikon dari Taman Wisata Dunia. Beberapa potensi wisata alam yang akan dipromosikan, seperti Kepulauan Anambas, Kepulauan Seribu, Kepulauan Derawan, Danau Tiba, Danau Kelimutu, Pulau Weh, Pulau Morotai, dan Pulau Komodo. Ada pula Gunung Krakatau, Gunung Tengger, Gunung Merapi, Ujung Kulon, hingga Sungai Musi yang akan dipromosikan.

31 Penerjun Payung Semarakkan Deklarasi World Tourism Park Bali.
31 Penerjun Payung Semarakkan Deklarasi World Tourism Park Bali. (TRIBUNNEWS.COM/IST)

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu yang hadir menilai deklarasi tersebut akan semakin memperkuat citra pariwisata Indonesia termasuk destinasi yang sangat terkenal di berbagai provinsi di Tanah Air. "Khususnya bagi kami di NTT, akan menaikkan citra Taman Nasional Komodo sebagai salah satu keajaiban dunia, yang selama ini kunjungan wisatawannya memang terus meningkat," ucapnya.

Selain memiliki Taman Nasional Komodo, NTT juga memiliki Danau Tiga Warna Kelimutu, tempat diving di Alor yang sangat indah, penangkapan ikan paus secara tradisional di Lembata dan sebagainya. (*)

Penulis: FX Ismanto
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help