KPK: Eddy Sindoro Lebih Dulu Menyerahkan Diri ke KBRI di Singapura

Eddy Sindoro lebih dahulu menyerahkan diri ke KBRI di Singapura melalui Atase Kepolisian di Singapura, Kamis (11/10/2018) malam

KPK: Eddy Sindoro Lebih Dulu Menyerahkan Diri ke KBRI di Singapura
Theresia Felisiani
Saut Situmorang 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang menyatakan sebelum dibawa ke KPK, tersangka Eddy Sindoro lebih dahulu menyerahkan diri ke KBRI di Singapura melalui Atase Kepolisian di Singapura, Kamis (11/10/2018) malam.

"Dalam proses ini, KPK dibantu oleh otoritas Singapura, instansi terkait seperti Polri, Imigrasi, dan kedutaan," ucap Saut, di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (12/10/2018).

Saut mengatakan, Jumat pagi, penyidik KPK menjemput Eddy Sindoro ke Singapura. Lanjut sekitar pukul 12.20 waktu setempat Eddy Sindoro dibawa ke Jakarta. Tim KPK yang membawa Eddy Sindoro sampai di gedung KPK sekitar pukul 14.30 WIB.

Hingga jelang petang, Saut menuturkan Eddy Sindoro masih menjalani pemeriksaan intensif. Saut pun memastikan nantinya usai pemeriksaan, Eddy Sindoro akan langsung ditahan demi kepentingan penyidikan.

"Saat ini sedang dalam proses pemeriksaan, tidak bisa ditampilkan saat konferensi pers. Nanti saja setelah selesai pemeriksaan," singkat Saut.

Baca: Sang Putri Beberkan Kebiasaan Indro Warkop yang Berubah Usai Ditinggal Nita Octobijanthy

Sebelum menyerahkan diri, kata Saut, pihaknya telah memasukkan nama Eddy Sindoro dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pada Agustus 2018.

Eddy Sindoro lantas dideportasi ke Indonesia pada 29 Agustus 2018. Namun, dia berhasil keluar kembali ke Bangkok, Thailand di waktu yang sama tanpa melalui imigrasi.

Diketahui, Eddy Sindoro telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap Peninjauan Kembali (PK) panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution akhirnya menyerahkan diri ke KPK.

Kasus ini sudah bergulir sejak 2016. Eddy Sindoro juga telah ditetapkan sebagai tersangka pada Desember 2016.

Edi Sindoro diduga pula terkait dengan penyuapan pengurusan sejumlah perkara beberapa perusahaan di bawah Lippo Group yang ditangani Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Selama pelariannya, Eddy Sindoro belum pernah diperiksa KPK. Dia selalu mangkir dari jadwal pemeriksaan. Eddy Sindoro pernah ditangkap oleh otoritas Malaysia saat mencoba melarikan diri.

Eddy Sindoro sempat dideportasi dari Malaysia ke Indonesia. Menurut KPK, pengacara Lukas malah kembali memberangkatkan Eddy Sindoro ke luar negeri hingga Lucas ditetapkan sebagai tersangka menghalangi proses hukum di KPK.

Lucas sendiri kini telah ditahan KPK, baik kantor maupun apartemen Lucas telah digeledah oleh KPK untuk menyita sejumlah barang bukti.

Dalam proses penyidikan, KPK menduga mantan Sekretaris MA Nurhadi Abdurrachman terlibat dalam kasus dugaan suap ini.

Penyidik KPK telah menyita uang RP 1,7 miliar dan sejumlah dokumen dari rumahbpribadi Nurhadi. Nurhadi juga mengaku kenal dekat dengan Eddy ketika mereka duduk di bangku SMA.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help