Polemik Ratna Sarumpaet

Polisi Belum Punya Rencana Panggil Saksi Lain dari Pemprov DKI Terkait Kasus Ratna Sarumpaet

"Sementara baru itu saja (Asiantoro), kami masih fokuskan pemeriksaan kepada Ibu Ratna Sarumpaet, nanti kita lihat pengembangannya,”

Polisi Belum Punya Rencana Panggil Saksi Lain dari Pemprov DKI Terkait Kasus Ratna Sarumpaet
Warta Kota/Mohammad Yusuf
Kombes Pol Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (11/7/2018) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan terhadap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro terkait kasus penyebaran berita bohong dengan tersangka Ratna Sarumpaet.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan pihaknya belum mempunya rencana untuk memeriksa saksi lain dari Pemprov DKI Jakarta termasuk Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Baca: Relawan Mer-C Sebut Pemulihan Listrik di Palu, Donggala, dan Sigi Lamban

"Sementara baru itu saja (Asiantoro), kami masih fokuskan pemeriksaan kepada Ibu Ratna Sarumpaet, nanti kita lihat pengembangannya,” ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat.

Pihak Pemprov Jakarta turut diperiksa karena diduga ikut mendanai Ratna Sarumpaet yang akan terbang ke Santiago, Chile saat ditangkap pihak kepolisian di Bandara Soekarno-Hatta.

Hal tersebut berdasarkan bukti yang ditemukan polisi berupa permohonan dana sponsor sebesar Rp 70 juta yang digunakan Ratna untuk terbang ke Chile.

Baca: KPU Siap Hadapi Gugatan Oesman Sapta Odang di PTUN

"Bukti itu (permohonan) sponsor sudah kami sita,” kata Argo.

Ratna Sarumpaet resmi ditahan pihak Polda Metro Jaya sebagai tersangka kasus penyebaran kabar bohong pada Jumat (5/10/2018) usai ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta saat hendak terbang ke Kota Santiago, Chile pada Kamis (4/10/2018).

Ratna disangkakan menyebar kabar bohong bahwa dirinya mengalami penganiayaan oleh sejumlah orang tanggal 21 September 2018 lalu setelah foto wajahnya mengalami lebam-lebam beredar di media sosial.

Baca: Andi Arief Kritik Prabowo Subianto : yang Mau Jadi Presiden Itu Sandiaga atau Prabowo Ya?

Kemudian kabar itu diklarifikasinya sendiri sebagai kabar bohong pada Rabu (3/10/2018) di mana luka lebam itu akibat efek samping operasi sedot lemak pipi yang dijalaninya di RS Bina Estetika, Jakarta Pusat.

Ratna terancam terjerat Pasal 14 UU No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 UU ITE dengan ancaman 10 tahun penjara.

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved