Polemik Ratna Sarumpaet

Senin Depan Polda Metro Jaya Periksa Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi untuk Kasus Ratna Sarumpaet

Argo mengatakan pemeriksaan akan dilakukan besok Senin (15/10/2018) pekan depan.

Senin Depan Polda Metro Jaya Periksa Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi untuk Kasus Ratna Sarumpaet
Tribunnews.com/ Gita Irawan
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, tersangka penyebar berita bohong Ratna Sarumpaet, dan Kepala Bidang Kesehatan dan Kedokteran (Kabid Dokes) Polda Metro Jaya dr. Umar Shahab usai pemeriksaan kesehatan Ratna di gedung Biddokes Polda Metro Jaya pada Rabu (10/10/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono menjelaskan bahwa polisi akan memeriksa Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nanik S Deyang sebagai saksi untuk kasus penyebaran kebohongan oleh tersangka Ratna Sarumpaet (RS).

Argo mengatakan pemeriksaan akan dilakukan besok Senin (15/10/2018) pekan depan.

Ia menyatakan pihak Polda Metro Jaya berusaha menggali keterangan dari Nanik kepada Prabowo soal pemberitahuan atas kabar bahwa Ratna Sarumpaet dianiaya, yang kemudian diklarifikasi sendiri oleh Ratna sebagai kabar bohong.

“Ibu Nanik ini yang memberitahu Pak Prabowo bahwa RS dianiaya, kami mau menggali keterangan apa yang disampaikan Bu Nanik kepada Pak Prabowo,” ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (12/10/2018).

“Pemeriksaan kepada Bu Nanik diagendakan besok Senin pukul 13.00 WIB,” imbuhnya.

Argo mengatakan bahwa surat pemberitahuan dikirimkan kepada yang bersangkutan pada hari ini.

“Penyidik akan menyampaikan suratnya pada hari ini,” tegas Argo.

Sebelumnya Polda Metro Jaya sudah memeriksa beberapa saksi terkait penyebaran kabar bohong yang dilakukan Ratna seperti pihak RS Khusus Bedah Bina Estetika Menteng, Jakarta Pusat; Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal; Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jakarta, Asiantoro; dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

Ratna Sarumpaet akhirnya resmi ditahan pihak Polda Metro Jaya sebagai tersangka kasus penyebaran kabar bohong pada Jumat kemarin usai ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta saat hendak terbang ke Kota Santiago, Chile pada Kamis (4/10/2018).

Ratna disangkakan menyebar kabar bohong bahwa dirinya mengalami penganiayaan oleh sejumlah orang tanggal 21 September 2018 lalu setelah foto wajahnya mengalami lebam-lebam beredar di media sosial.

Kemudian kabar itu diklarifikasinya sendiri sebagai kabar bohong pada Rabu (3/10/2018) di mana luka lebam itu akibat efek samping operasi sedot lemak pipi yang dijalaninya di RS Bina Estetika, Jakarta Pusat.

Ratna terancam terjerat Pasal 14 UU No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 UU ITE dengan ancaman 10 tahun penjara.

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved