Gempa di Sulteng

Saat Warga Palu Mengais Rezeki dari Reruntuhan Gudang di Tepi Pantai Mamboru

Dengan bermodalkan palu, gergaji besi dan linggis mereka menghancurkan puing-puing dan memisahkan besinya.

Saat Warga Palu Mengais Rezeki dari Reruntuhan Gudang di Tepi Pantai Mamboru
Yanuar Nurcholis Majid/Tribunnews.com
Suhaimi saat mengais basi 

TRIBUNNEWS.COM, SULAWESI TENGAH - Teriknya sinar matahari siang sangat menyengat kulit.

Udara panas begitu terasa dan semakin membuat dahaga ditenggorokan.

Sesekali semilir angin sepoi-sepoi membuat kulit yang basah oleh keringat terasa sejuk.

Meski cuaca begitu terik, beberapa warga Palu tetap semangat mengumpulkan besi-besi dari reruntuhan gudang di kawasan pergudangan di Jalan Soekarno-Hatta, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Dengan bermodalkan palu, gergaji besi dan linggis mereka menghancurkan puing-puing dan memisahkan besinya.

Menurut Suhaimi, salah warga yang rumahnya luluh lanta akibat terjangan tsunami mengaku sengaja mengumpulkan besi-besi untuk biaya hidup nya sehari-hari.

"Lumayan buat dijual lagi, nambah-nambah biaya untuk bertahan hidup, sangat sulit disini sekarang," ujar Suhaimi sambil memotong besi dari puing bangunan.

Walaupun sudah dilarang oleh pihak kepolisian Suhaimi tetap memasukan besi yang sudah dipotongnya ke dalam karung yang sudah Ia persiapkan.

Besi-besi itu menurutnya akan dijualnya ke pengepul seharga Rp 7.000 sampai Rp 10.000 per kg nya.

"Bisa buat modal lagi," ucap Suhaimi yang sudah mengumpulkan 50 kg besi itu.

Halaman
12
Penulis: Yanuar Nurcholis Majid
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help