Yenti: Praperadilan Tak Bisa Halangi Penyidikan Polisi

Ia mengatakan, berdasarkan Pasal 71 UU TPPU, dengan penetapan tersangka, Polri bisa segera membekukan aset Gunawan.

Yenti: Praperadilan Tak Bisa Halangi Penyidikan Polisi
net
Ilustrasi palu hakim 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengusaha gula Gunawan Jusuf mengajukan permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan untuk ketiga kalinya terhadap Bareskrim Polri. Ia dilaporkan atas dugaan penggelapan dan Tindak Pidana Pencucian Uang. 

Menanggapi hal tersebut, Pakar Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Yenti Garnasih menyebut, semestinya Polri dapat segera menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka, lantaran kejadiannya sudah terjadi beberapa tahun lalu.

Baca: Penyanyi Legendaris Saleem Iklim Meninggal Dunia, Berikut Ungkapan Perasaan Istri dan Anaknya

"Karena ini kasus pencucian uang, khawatirnya jejak bisa hilang apalagi ini kejadiannya sudah lama," ujarnya kepada wartawan akhir pekan lalu.

Ia mengatakan, berdasarkan Pasal 71 UU TPPU, dengan penetapan tersangka, Polri bisa segera membekukan aset Gunawan.

Namun, kalau dalam kasus TPPU terkait sudah ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka Polri, dia menyebut bisa saja melakukan pembekuan aset saksi untuk keperluan penyidikan.

Menurut Yenti, gugatan praperadilan tidaklah menghalangi penyidikan Polri. Praperadilan, kata dia, harus jadi pemicu untuk segera menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan menyatakan jika menemukan indikasi kuat terjadi tindak pidana atau dua alat bukti, penyidik tidak perlu ragu menetapkan tersangka dan menahan Gunawan Jusuf.

"Itu juga harus cukup bukti untuk melakukan (penetapa tersangka) kalau tidak cukup bukti jangan coba-coba karena akan mendapatkan perlawanan hukum," tegas Edi.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Pakar TPPU: Praperadilan Bos Gula Tidak Bisa Halangi Penyidikan Polisi, 

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved