Berita Parlemen

Komisi XI Minta Penjelasan Anggaran BI Tahun 2019

Komisi XI DPR RI dipimpin Ketuanya Melchias Marcus Mekeng menggelar rapat kerja bersama dengan jajaran Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Komisi XI Minta Penjelasan Anggaran BI Tahun 2019
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Anggota Komisi XI DPR dari partai Golkar Melchias Marcus Mekeng 

Komisi XI DPR RI dipimpin Ketuanya Melchias Marcus Mekeng menggelar rapat kerja bersama dengan jajaran Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Raker ini membahas anggaran BI tahun anggaran 2019 terkait rencana kerja dan anggaran.

"Rapat kerja Komisi XI hari ini, ingin mendapat informasi dan penjelasan dari Gubernur Bank Indonesia, yang komprehensif tentang rancangan anggaran BI tahun 2019," papar Mekeng di Ruang Rapat Komisi XI, Nusantara I, Kamis, (17/10/2018). 

Dia juga mengungkapkan, menurut laporan sebelumnya anggaran penerimaan BI di 2019 sebesar Rp 29,1 triliun. Angka itu naik sekitar Rp 2,2 triliun dari anggaran penerimaan di 2018 sebesar Rp 26,9 triliun. Sementara untuk anggaran operasional ditetapkan sekitar Rp 9,8 triliun.

Angka ini naik Rp 395 miliar dibanding anggaran operasional BI di 2018 sebesar Rp 9,5 triliun. 

Di sisi lain BI mengusulkan Rancangan Anggaran Tahunan Bank Indonesia (RATBI) tahun fiskal 2019 kepada Komisi XI, yang diusulkan bank sentral terdiri dari anggaran penerimaan operasional sebesar Rp 29,1 triliun dan anggaran pengeluaran sebesar Rp 9,9 triliun.

Berdasarkan data bank sentral, usulan anggaran penerimaan operasional naik 7,92% dibandingkan anggaran tahunan BI pada 2018 yang mencapai Rp 26,96 triliun. "Alokasi anggaran operasional itu mengalami kenaikan," ujar Perry. 

Anggaran penerimaan operasional salah satunya berasal dari pengelolaan aset valas sebesar Rp 28,97 triliun, atau naik 8,14% dibandingkan ATBI 2018 sebesar Rp 28,97 triliun. Sementara itu, penerimaan operasional kegiatan pendukung mencapai Rp 36 miliar. Adapun untuk penerimaan dari sisi administrasi diusulkan menjadi Rp 87 miliar.

Sedangkan, alokasi anggaran pengeluaran BI tahun depan diusulkan menjadi Rp 9,9 triliun atau naik 4,16% dibandingkan anggaran tahunan bank sentral tahun ini sebesar Rp 9,5 triliun.

Kenaikan anggaran tersebut tak lepas dari alokasi anggaran pengeluaran dari pos gaji dan penghasilan lainnya yang mencapai Rp 3,54 triliun atau naik 0,73% dari ATBI 2018 sebesar Rp 3,51 triliun. "Untuk total karyawan BI di seluruh Indonesia sekitar 5.500 orang," kata mantan Deputi Gubernur BI itu.

Selain itu, anggaran pos manajemen sumber daya manusia diusulkan sebesar Rp 2,12 triliun, pengeluaran logistik mencapai Rp 1,17 triliun, penyelenggaraan operasional kegiatan pendukung Rp 1,18 triliun. Selain itu, bank sentral pun mengalokasikan anggaran untuk program sosial seperti pemberdayaan sektor riil dan UMKM Ro 470 miliar, pajak Rp 965 miliar, dan cadangan anggaran Rp 242 miliar.

Melihat data tersebut, perkiraan anggaran tahunan bank sentral sepanjang 2019 surplus Rp 19,19 triliun. "Angka ini masih akan bergerak, karena masih dibahas di Panja," kata Perry Warjiyo.(*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved