Menteri Yohana Yembise Titipkan Tiga Pesan Untuk Forum Anak

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise menyampaikan tiga pesan kepada Forum Anak.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise menyampaikan tiga pesan kepada anak-anak Indonesia yang tergabung dalam Forum Anak.

Forum Anak adalah wadah dalam rangka pemenuhan hak partisipasi anak yang dibentuk secara berjenjang, mulai tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan dengan keanggotaan dari berbagai kelompok anak untuk membantu pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan anak.

“Adanya keterlibatan mereka mendukung program-program kementerian untuk melakukan edukasi, sosialisasi bagaimana masyarakat harus melindungi anak-anak, di seluruh Indonesia sebagai pelopor dan pelapor,” ujar Menteri Yohana Yembise, saat ditemui pada acara penutupan pelatihan peran Forum Anak sebagai Pelopor dan Pelapor Pemenhhan Hak Anak di Jakarta, Minggu (4/11/2018).

Dalam forum tersebut, ada tiga isu penting yang menjadi pembahasan utama, yaitu perubahan iklim, perkawinan anak, dan sehat tanpa rokok.

Ketiga isu tersebut memang permasalahan yang berhubungan erat dengan kehidupan anak sehari-hari.

Baca: Di Manokwari, Menteri Yohana Yembise Berdialog dengan Orang Tua Anak Pecandu Lem

Mengenai perubahan iklim, Menteri yang akrab disapa Mama Yo ini mengatakan, climate change saat ini menjadi ancaman dunia, mengingat besarnya dampak yang ditimbulkan bagi manusia, terutama anak-anak, seperti banjir, tanah longsor, kekeringan.

“Karena kesiapsiagaan anak dalam menghadapi bencana akibat perubahan iklim perlu dilatih mengingat letak geografis yang menempatkan Indonesia sebagai daerah rawan bencana,” tuturnya.

Berikutnya, masalah perkawinan anak. Isu ini juga menjadi salah satu permasalahan yang mengganggu tumbuh kembang anak.

Baca: TERPOPULER: Ahmad Dhani Terus Unggah Kebersamaan dengan Mulan, Maia: Saking Berbunga-bunganya

Dalam salah satu sasaran dari tujuan pembangunan berkelanjutan, adalah pasca 2015 untuk menghapus perkawinan anak. Hal ini didukung oleh 116 negara anggota PBB, termasuk Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2017 menyebutkan angka prevalensi perkawinan anak nasional mencapai 25,71 persen.

Artinya, 25,17 persen perempuan pernah kawin usia 20-24 tahun, telah menikah sebelum usia 18 tahun. Praktik perkawinan anak banyak menimbulkan dampak buruk terhadap status kesehatan, pendidikan, ekonomi, keamanan anak perempuan dan anak-anak mereka.

Baca: Bandingkan dengan Yohana Yembise, Jokowi Sebut Menteri Susi Pudjiastuti Aktif dan Galak

“Stop perkawinan usia anak, tugas kalian adalah membantu pemerintah menyebarluaskan, agar jangan ada lagi pernikahan usia anak,” imbuh Menteri Yohana Yembise.

Menteri yang juga Guru besar di Universitas Cendrawasih ini juga menyampaikan pentingnya sehat tanpa rokok. Sebab, masalah rokok menjadi momok tersendiri bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak.

“Kita semua mengetahui dampak merokok bagi kesehatan, tetapi ternyata tidak mudah memberikan kesadaran kepada semua orang untuk tidak merokok,” ujarnya.

Selain sebagai perokok aktif, perokok pasif juga memiliki risiko yang tinggi terhadap ancaman kesehatan bagi korbannya. Asap rokok juga dapat menjadikan lingkungan anak menjadi lingkungan yang kotor dan tidak layak bagi kehidupan dan tumbuh kembang anak.

Menteri Yohana Yembise berharap, selepas kegiatan di Jakarta, masing-masing delegasi Forum Anak tersebut dapat menerapkan ilmu yang didapat melalui berbagai kegiatan yang nyata di daerah masing-masing.

“Mama Yo mengajak anak-anak melaksanakan kegiatan pelopor dan pelapor. Lakukan langkah konkrit di daerah,” tukasnya.(*)

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Samuel Febrianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved