Fahri Hamzah Ungkap Alasannya Menentang KPK

Fahri Hamzah mengakui dirinya mendukung program anti korupsi di Indonesia. Namun demikian Fahri Hamzah menyatakan dia juga menentang KPK.

Fahri Hamzah Ungkap Alasannya Menentang KPK
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah berada di Jepang memimpin delegasi DPR untuk mengawasi tenaga kerja Indonesia yang ada di luar negeri. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengakui dirinya mendukung program anti korupsi di Indonesia.

Namun demikian Fahri Hamzah menyatakan dia juga menentang KPK karena berbagai faktor.

"Saya mendukung sekali program anti korupsi yang dibuat dan dikampanyekan pemerintahan Jokowi. Tetapi saya menentang KPK. Mengapa semua orang harus ke Kuningan dengan kantornya yang megah itu, tiap hari tiga kali ungkap kepada pers di sana berhasil tangkap di mana-mana karena korupsi. Apa begitu caranya berantas korupsi?" kata Fahri Hamzah kepada Tribunnews.com, Senin (5/11/2018).

Fahri Hamzah mencontohkan Korea yang berhasil memberantas korupsi dengan caranya yang menurutnya hebat.

"Lihat tuh Korea, di mana-mana ada kantor anti korupsinya, tidak hanya di ibu kota Seoul saja dan terintegrasi dari banyak instansi masuk ke dalam badan anti korupsi. Kita dengan KPK paling juga 50 staf bekerja di sana. Lalu yang terjadi di daerah-daerah bagaimana itu, bagaimana korban bisa melapor dan terlindungi kalau semua hanya ada dan terpusat di Kuningan?" tanya Fahri Hamzah.

Baca: Kenangan Adik Dede Anggraini Korban Lion Air PK-LQP: Dia Telepon Kakak, Katanya Nanti Tolong Aku ya

Demikian pula cara KPK beroperasi dikritik Fahri Hamzah dengan pedas.

"Lihat itu cara KPK bekerja dengan mengintip cara otoriter. Itu tidak mendidik masyarakat untuk bersama-sama memberantas korupsi, apalagi menghadapi politisi yang punya kuasa di mana-mana. Sulit kalau cuma dengan cara mengintip begitu saja, bukan menangani sampai ke akarnya kalau begitu, hanya permukaan saja," kata Fahri Hamzah.

"Jadi sebenarnya kita harus buat semacam kerangka dan sistem yang terintegrasi dan sekaligus juga cara agar ikut pula terjadi pendidikan kepada masyarakat agar bersama-sama ikut memberantas korupsi. Bukan dengan satu bangunan saja di Kuningan dan kerja ngintip-ngintip gitu," kata Fahri Hamzah.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved