Pilpres 2019

Kata Sandiaga Uno, Pasar Anyar yang Dekat Istana Bogor Beberapa Pedagang Mengeluh Harga Naik

Sandiaga mengatakan bahkan pasar tersebut terletak tidak jauh tempat Jokowi bekerja.

Kata Sandiaga Uno, Pasar Anyar yang Dekat Istana Bogor Beberapa Pedagang Mengeluh Harga Naik
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno di Posko Pemenangan Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, (7/11/2018). 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, tidak ingin berdebat soal harga komoditas di pasar yang berbeda antara pengamatannya dengan Presiden RI Joko Widodo.

Menurut dia, harga di tiap pasar bisa berbeda satu sama lain.

Seperti tadi pagi, dia mendengar keluhan harga yang naik oleh pedagang di Pasar Anyar, di Bogor.

Sandiaga mengatakan bahkan pasar tersebut terletak tidak jauh tempat Jokowi bekerja.

"Harga-harga itu naik turun. Ada yang naik ada yang turun. Saya tidak mau berdebat dengan Pak Presiden mengenai harga-harga," ujar Sandiaga di kawasan Tanjung Barat, Kamis (8/11/2018).

"Tapi sebagian pasar, kayak tadi di Pasar Anyar yang kalau saya lari dari Pasar Anyar ke Istana Bogor Pak Presiden Jokowi itu kurang dari 10 menit lari. Itu menyatakan bahwa harganya mahal," tambah Sandiaga.

Baca: Dahnil Senang Yusril Gabung Jokowi, tapi Klaim Ulama Dukung Prabowo-Sandi

Sandiaga mengatakan dia tidak ingin membantah Jokowi. Namun, dia juga tidak bisa menafikan apa yang disampaikan oleh pedagang.

Faktanya, kata dia, harga di tiap pasar memang berbeda. Tugas pemerintah adalah membuat harga menjadi stabil dan sama di setiap pasar.

Sandiaga mengatakan dia dan calon presiden Prabowo Subianto akan melakukan itu jika menang dalam Pilpres 2019.

Dia pun memberi contoh kasus yang ada di Provinsi DKI Jakarta. Sandiaga mengatakan harga di DKI Jakarta tergolong stabil dan seragam. Hal ini karena Pemprov DKI Jakarta mengintervensi harga melalui Badan Usaha Milik Daerah.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved