Mendikbud: Jumlah Tingkat Pengangguran Terbuka Pada Level SMK Tunjukan Tren Positif

Tercatat tahun lalu TPT yang berasal dari SMK sebesar 11,41 persen, sementara tahun ini turun 0,17 persen menjadi 11,24 persen.

Mendikbud: Jumlah Tingkat Pengangguran Terbuka Pada Level SMK Tunjukan Tren Positif
Istimewa
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, membuka Jogja Internasional Batik Bienalle 2018 (JIBB), di Pagelaran Kraton, Yogyakarta, Rabu (3/10/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyebut jumlah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia menunjukan tren positif yakni pada level tujuh juta.

Begitu pula dengan aangka TPT di tingkat SMK.

Tercatat tahun lalu TPT yang berasal dari SMK sebesar 11,41 persen, sementara tahun ini turun 0,17 persen menjadi 11,24 persen.

"Meskipun porsinya masih tinggi, pengangguran di SMK menurun," kata Muhadjir di Kantor Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2018).

Muhadjir melanjutkan, saat ini revitalisasi SMK baru bisa dilakukan pada awal 2017 setelah adanya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM) pada 9 September 2016.

"Saya yakin lulusan SMK 3 hingga 4 tahun ke depan di posisi yang tepat, dan akan meningkat kualitasnya," ujarnya.

Baca: Proyek Penyediaan Pakan Ternak Kerbau Dikorupsi

Jauh sebelum adanya kebijakan revitalisasi itu, Muhadjir menyebut kondisi pendidikan SMK memang jauh dari kata sempurna. Dimana 14.000 SMK di Indonesia, hanya 3.500 diantaranya yang merupakan SMK negeri, sedangkan sisanya adalah Swasta.

Kondisi tersebut diperparah dengan jumlah siswa SMK swasta yang jauh lebih banyak ketimbang SMK negeri yang sepi peminat.

Belum lagi masalah guru yang dari tahun ke tahun menjadi persoalan klasik. Dimana terdapat tiga kategori guru, yakni adaptif, normatif, dan produktif.

"Jumlah guru produktif 37 persen. Bahkan ada SMK, ada lebih banyak guru agama dan pancasilanya lebih banyak dibanding produktifnya," ujarnya.

Padahal, guru dengan kategori produktif adalah mereka yang mengajar dengan mengembangkan skill kemampuan siswanya untuk bisa diterapkan pada dunia kerja nantinya.

Upaya merevitalisasi SMK menurut Muhajir ialah dengan mengambil para pekerja yang sesuai dengan jurusannya.

"Misal, sekokah kelautan itu sebenarnya cocoknya gurunya pelaut. Pelaut itu biasanya 45 tahun tidak mau melaut lagi, nah dia bisa jadi guru," pungkasnya. 

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved