Hari Pahlawan

Hari Pahlawan, PDIP Tegaskan Komitmen Satu Bendera Merah Putih

hari pahlawan juga menjadi puncak militansi pejuang bangsa terhadap bendera nasionalnya, Sang Saka Merah Putih.

Hari Pahlawan, PDIP Tegaskan Komitmen Satu Bendera Merah Putih
Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Hasto Kristiyanto di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/11/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional. Momentum untuk menghormati jasa para pahlawan bangsa.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan hari pahlawan juga menjadi puncak militansi pejuang bangsa terhadap bendera nasionalnya, Sang Saka Merah Putih.

Bendera Merah Putih, ucap Hasto Kristiyanto, merupakan lambang supremasi kedaulatan negeri. Merah putih menjadi satu-satunya bendera kebangsaan yang dikibarkan dengan semangat menyala-nya pada tanggal 27 Oktober 1945.

"Setelah para pejuang bangsa berhasil memanjat Hotel Oranye Surabaya, merobek warna biru dalam Bendera Belanda, dan menghadirkan Bendera Merah Putih, Bendera Nasional Indonesia Raya," ujar Hasto Kristiyanto melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (10/11/2018).

Hasto berujar bagi para penjuang, kemerdekaan dan berdaulat di negeri sendiri adalah harga mati. Sebab, mereka berjuang bagi kejayaan negeri, tanpa pernah mengalkulasi apa yang didapat dari Ibu Pertiwi. Kibaran Bendera Merah Putih kini menjadi simbol perjuangan dan prestasi bagi keharuman negeri.

Baca: Petinggi Partai Demokrat Ogah Komentari Politikus Genderuwo

“Semangat inilah yang bangkit kembali pada momentum Asian Games dan Asian Para Games. Para atlet Indonesia dengan tetesan keringatnya, mengibarkan Bendera Merah Putih, bangkitkan kebangaan, rasa percaya diri dan keharuman negeri," tutur Hasto Kristiyanto.

Hasto mengatakan pada masa kini, sudah saatnya menghadirkan pahlawan-pahlawan masa kini yang dengan caranya telah berjuang bagi nama harum bangsanya.

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved