Tanggapan Para Tokoh soal Pernyataan 'Politik Genderuwo' Jokowi, dari Fadli Zon hingga Fahri Hamzah

Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai 'Politik Genderuwo' menuai sejumlah tanggapan dari para tokoh seperti Fahri Hamzah hingga Fadli Zon.

Tanggapan Para Tokoh soal Pernyataan 'Politik Genderuwo' Jokowi, dari Fadli Zon hingga Fahri Hamzah
Twitter/@KSPgoid
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat bersilaturahmi dengan para santri dan pengurus Pondok Pesantren Bugen Al-Itqon, Semarang, Senin (22/10/2018). 

TRIBUNNEWS.COM - Pernyataan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) mengenai 'Politik Genderuwo' menuai sejumlah tanggapan dari para tokoh.

Pernyataan itu diungkapkan Presiden Jokowi saat membagikan tiga ribu sertifikat tanah di GOR Tri Sanjaya, Kabupaten Tegal, Jumat (9/11/2018).

Dalam pernyataannya, Jokowi mengatakan bahwa pada tahun politik saat ini, banyak politikus yang pandai mempengaruhi.

Menurut Jokowi, politikus harus menghilangkan propaganda menakutkan yang membuat ketakutan dan kekhawatiran.

Terkait pernyataan itu sejumlah politisi memberikan tanggapannya, di antaranya Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Raja Juli Antoni, hingga Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon.

1. Fahri Hamzah

Dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com pada Sabtu (11/11/2018), Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, menjelaskan bahwa yang memiliki kapasitas sebagai genderuwo adalah pemerintah.

Sedangkan rakyat tak memiliki kapasitas untuk menjadi genderuwo maupun sontoloyo seperti yang diucapkan Jokowi.

"Rakyat itu tidak punya kapasitas menjadi genderuwo, yang punya kapasitas sontoloyo dan genderuwo itu pemerintah," ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

"Makanya harus kembali ke sendiri, jadi ini menepuk air terpercik ke muka sendiri," lanjut Fahri.

BACA SELENGKAPNYA >>>>>>>>>>>>

Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved