Program Home-Care Kementerian Sosial Diharapkan Bisa Bantu 1 Juta Lansia Indonesia

Dirjen Rehabilitasi Sosial Edi Suharto PhD berharap satu juta lansia Indonesia bisa terbantu dalam program home-care mendatang.

Program Home-Care Kementerian Sosial Diharapkan Bisa Bantu 1 Juta Lansia Indonesia
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Edi Suharto PhD di Shibuya Tokyo 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Dirjen Rehabilitasi Sosial Edi Suharto PhD berharap satu juta lansia Indonesia bisa terbantu dalam program home-care mendatang.

"Saat ini baru sekitar 70.000 lansia yang kami bantu dengan anggaran sekitar Rp 84 miliar. Tapi nantinya di masa mendatang berharap bisa mencapai satu juta lansia," ungkap Dirjen Edi Suharto kepada Tribunnews.com, Selasa (4/12/2018) di Tokyo Jepang.

Kunjungan Dirjen Edi ke Tokyo dalam rangka konferensi Bank Perkembangan Asia mengenai sistem perawatan jangka panjang lansia di Asia.

Indonesia mendapat kesempatan untuk berbicara di forum tersebut mulai Rabu (5/12/2018) sampai dengan Jumat (7/12/2018).

Perawatan kepada lansia di Indonesia saat ini menurutnya baru menargetkan 70.000 orang dengan anggaran Rp 84 miliar.

"Kita masih butuh banyak dana sehingga bisa meraih perawatan home-Care bagi 1 jura orang di masa depan," kata Edy.

Dengan Home-Care tersebut pemerintah akan membantu anggota keluarga yang merawat lansia di rumahnya sendiri.

Baca: Basarnas Diminta Perpanjang Masa Pencarian 6 Korban Kapal Multi Prima 1 yang Hilang di Laut Sumbawa

"Kalau dititipkan di panti jompo kan seorang anak membuang orang tua nya ke luar rumah tak bagus itu. Kecuali memang sudah tak ada yang merawat atau mungkin bertengkar hebar dengan anggota keluarganya, ya silakan dititipkan lansia di panti jompo," katanya.

Bantuan pemerintah hanya diberikan kepada keluarga lansia yang tidak mampu.

"Kalau yang kaya raya mungkin punya cara sendiri mereka merawat lansia. Atau di tempat khusus yang memang untuk orang kaya sehingga perawatan benar-benar serba hebat sesuai tujuan untuk orang kaya," ujarnya.

Jumlah lansia Indonesia tahun 2050 menurutnya diperkirakan bisa mencapai sekitar 40 persen dari jumlah penduduk Indonesia nantinya.

"Oleh karena itu kita perlu persiapan sejak dini membentuk sistem yang bagus bagi lansia dan anggaran yang cukup bagi pembentukan fasilitas serta infrastruktur yang baik pula guna masa depan sistem sosial rehabilitasi Indonesia," kata Edy.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved