Pembantaian Pekerja di Papua

Pengakuan Korban Selamat Pembantaian Pekerja di Papua, Pura-pura Mati Saat Ditembaki dan Jalan 2 Jam

Jimmi Aritonang, korban selamat pembantaian yang diduga dilakukan KKB di Papua menceritakan kejadian yang dialaminya.

Pengakuan Korban Selamat Pembantaian Pekerja di Papua, Pura-pura Mati Saat Ditembaki dan Jalan 2 Jam
Dok. Istimewa
Jimmi Aritonang (baju hitam) salah satu pekerja pembangunan jembatan yang berhasil dievakuasi ke Wamena dan Muhammad Agus. 

TRIBUNNEWS.COM -- Pembantaian yang diduga dilakukan  Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB) di Kali Yigi-Kali Auruk, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, menjadi perbincangan hangat publik di Indonesia.

Dikabarkan, 31 orang pekerja dibunuh dalam peristiwa mengerikan tersebut.

Tak hanya itu, KKB juga menyerang pos TNI yang mengakibatkan beberapa anggota luka-luka dan satu orang meninggal dunia.

Pihak kepolisian dan TNI pun melakukan upaya evakuasi terhadap 31 pekerja tersebut.

Dihimpun dari Kompas.com, sebanyak empat orang pekerja berhasil menyelamatkan diri dari sergapan KKB.

Adapun identitas keempat karyawan PT Istaka Karya yang selamat yakni, Martinus Sampe dengan kondisi luka tembak di kaki kiri, Ayub dalam kondisi tangan sebelah kanan luka tembak, Jefri dalam kondisi tembak di bagian pelipis sebelah kiri dan kanan, dan Jimmi Aritonang kondisi trauma.

Sedangkan nasib 31 pekerja pembangunan jembatan di Kali Yigi-Kali Auruk, Distrik Yigi, yang dikerjakan PT Istaka Karya sampai sejauh ini belum diketahui.

Hanya saja, informasi yang terus berkembang mereka tewas dibunuh kelompok KKB.

Selain keempat pekerja itu, petugas juga berhasil mengevakuasi delapan warga yang turut disergap oleh KKB.

Total ada 12 orang warga sipil berhasil dievakuasi dari Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Selasa (4/12/2018) sekitar pukul 17.55 WIT.

BACA SELENGKAPNYA ====>>>

Editor: widi henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved