Pembantaian Pekerja di Papua

Polisi Ralat Jumlah Korban, Begini Perjuangan Mandor Selamatkan Diri Usai Disandera KKB Papua

Jimmi Aritonang merupakan salah satu dari 25 karyawan PT Istaka Karya yang berhasil selamat dari pembunuhan sadis yang dilakukan KKB.

Polisi Ralat Jumlah Korban, Begini Perjuangan Mandor Selamatkan Diri Usai Disandera KKB Papua
Kompas.com dan Istimewa
Helikopter milik TNI diserang separatis saat melakukan evakuasi jenazah Serda Handoko yang gugur di Pos TNI PAM Rawan/755 Yalet yang berada Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, Rabu (5/12/2018) siang. 

TRIBUNNEWS.COM -- Perjuangan pekerja yang selamat dari kejaran Kelompok Kriminal Bersejata ( KKB ) di Kabupaten Nduga, Papua rupanya tidaklah mudah.

Mereka harus berlari di tengah hutan saat dikejar gerombolan KKB yang membawa senjata api hingga panah. 

Terlebih teman-temannya sesama pekerja yang sedang menyelesaikan proyek jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua tewas ditembak oleh KKB.

Sejumlah pekerja tewas setelah diberondong peluru oleh KKB.

Selain penyerangan camp pekerja, penyerangan oleh KKB juga menyasar satu pos TNI di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga.

Jimmi Aritonang merupakan salah satu dari 25 karyawan PT Istaka Karya yang berhasil selamat dari pembunuhan sadis yang dilakukan KKB.

Saat ini, Jimmi Aritonang telah berada di penampungan evakuasi korban selamat di Wamena Kabupaten Jayawijaya.

Korban tengah menjalani massa pemulihan atas trauma yang dialaminya.

Deretan Fakta Penembakam Massal 31 Pekerja BUMN di Papua
Deretan Fakta Penembakam Massal 31 Pekerja BUMN di Papua (KOMPAS/Aris Prasetyo)

Jimmi pun sempat dihujani peluru di tengah hutan saat melarikan diri setelah berpura-pura mati

Dari penuturan kakak ipar Jimmi Aritonang, yaitu Lefrend Siahaan, adik iparnya kini dalam kondisi sehat dan tak ada bekas luka di tubuhnya pada saat disandera dan juga melarikan diri dari kelompok KKB.

• Kisah Mandor Jembatan Selamat Usai Disandera KKB Papua, Pura-pura Mati hingga Hujan Peluru di Hutan

BACA SELENGKAPNYA =====>>>

Editor: widi henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved