JK: Jepang Mulai Masuk Revolusi Industri 5.0, Indonesia Masih Bicara 4.0

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan, Indonesia dapat tertinggal 1 langkah dengan Jepang dalam hal penerapan revolusi industri 4.0.

JK: Jepang Mulai Masuk Revolusi Industri 5.0, Indonesia Masih Bicara 4.0
Setwapres.id
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat pemberian sambutan pembukaan Kongres Persatuan Insyiyur Indonesia (PII) XXI dan Dialog Nasional, di Kamis siang (6/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, PADANG -- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan, Indonesia dapat tertinggal 1 langkah dengan Jepang dalam hal penerapan revolusi industri 4.0.

Ia mengatakan, revolusi industri 4.0 yang mengandalkan sistem kerja robotik dan Internet of Things (IoT), di Indonesia masih belum banyak dibahas dan diaplikasikan.

"Jadi kita (Indonesia) baru berbicara, Jepang sudah mulai mempersiapkan rakyatnya hadapi revolusi industri 4.0. Jadi kita bisa ketinggalan 1 generasi dengan Jepang, apabila kita tidak juga memahami," JK saat memberikan sambutan dalam pembukaan Kongres Persatuan Insyiyur Indonesia (PII), di salah satu hotel di Padang, Sumatera Barat, Kamis (6/12/2018).

Ia mengatakan, di Indonesia masih ditemui perdebatan terkait kondisi komiditi pangan, sementara di Jepang telah berbicara terkait teknologi dan internet.

Baca: Adanya Dugaan Aliran Dana ke DPRD Jambi dari Zumi Zola, Ini Kata KPK

"Masih banyak petani kita (Indonesia) yang memegang cangkul, kita masih ketinggalan produktifitas pertanian. Satu-satunya negara di Asia (Indonesia) yang selalu terus berbicara tentang pangan, kekurangan pangan. Negara lain pangan sudah selesai, kita selalu berbicara bahkan berdebat malah," terang dia.

Lebih lanjut, JK mengatakan, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah, yakni belum tuntasnya penerapan revolusi industri sebelumnya, yakni industri 1.0 seperti mekanisme pertanian, industri 2.0 penggunaan ban berjalan dan industri 3.0 dengan ciri mengandalkan komputer.

"Kita (Indonesia) baru bicara tentang 4.0, Jepang sudah 7 tahun yang akan datang, akan mengajarkan ke dunia bagaimana 5.0, akan memamerkan 5.0. Jadi apabila kita tidak mengejar itu semua, maka kita akan selalu membeli teknologi, kita akan jadi konsumen teknologi," ujarnya.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved