Kemnaker Bakal Tingkatkan Jumlah Tenaga Kerja Bersertifikasi

Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) akan terus meningkatkan jumlah tenaga kerja skilled dan bersertifikasi.

Kemnaker Bakal Tingkatkan Jumlah Tenaga Kerja Bersertifikasi
Biro Humas Kemnaker
Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri di Gedung B lantai 3 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang, Banten, Jum'at (7/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, SERANG - Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengatakan, Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) akan terus meningkatkan jumlah tenaga kerja skilled dan bersertifikasi.

Diharapkan, dari sertifikasi itu diperoleh pengakuan sesuai standar kebutuhan industri.

"Kita terus genjot massifikasi agar jumlah tenaga kerja skilled makin banyak. Lalu sertifikasi sehingga mereka diakui industri. Sertifikasi ini tentu ditambah standar yang ada di industri, " kata Hanif saat menjadi pembicara di Gedung B lantai 3 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang, Banten, Jum'at (7/12/2018).

Baca: KPU Masih Tunda Masukkan Oesman Sapta Odang Dalam Daftar Calon Anggota DPD RI

Dalam acara yang digagas Kantor Staf Kepresidenan dan Kominfo ini, Hanif menambahkan, menghadapi industri 4.0, seluruh daerah masih membutuhkan waktu penyesuaian untuk seluruhnya menggunakan industri 4.0.

"Tak perlu khawatir karena saya sudah konfirmasi Kadin dan Apindo belum semua menggunakan industri 4.0. Tapi arahnya tetap ke sana, " katanya.

Lanjutnya, Hanif Dhakiri mengatakan, perlu disiapkan anak-anak muda dengan skill-skill baru sesuai kebutuhan industri 4.0.

Baca: Dorong Teman dari Jembatan Setinggi 18 Meter, Gadis Remaja Ini Terancam Penjara dan Denda

"Karena ciri industri 4.0 kombinasi antara SDM, mesin dan big data, maka anak-anak muda kita harus dibuat friendly dengan dunia internet, teknologi sehingga mereka bisa memgembangkan peran-peran tertentu yang tidak bisa diambil oleh mesin, " katanya.

Hanif menegaskan dalam era industri 4.0 yang cepat akan mengalahkan yang lambat dan siapa yang responsif terhadap perubahan akan mengalahkan yang tidak responsif.

Volume pelatihan vokasi meningkat sebanyak 4 kali lipat dati 92.236 di tahun 2015 menjadi 383.132 pada Oktober 2018.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved