Pilpres 2019

Pakar Psikologi Sebut Gaya Kampanye Brabowo Mirip Donald Trump

Anggota Dewan Pers menyebut pernyataan calon presiden Prabowo Subianto media massa di Indonesia telah memanipulasi demokrasi sebagai "kesalahan besar

Pakar Psikologi Sebut Gaya Kampanye Brabowo Mirip Donald Trump
Tribunnews.com/Taufik Ismail
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di Istora Senayan, Jakarta 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Dewan Pers menyebut pernyataan calon presiden Prabowo Subianto media massa di Indonesia telah memanipulasi demokrasi sebagai "kesalahan besar".

Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut karena menganggap "media tak berimbang memberitakan aksi reuni 212 di Monas".

Anggota Dewan Pers, Hendry Ch Bangun, mengatakan Prabowo semestinya membaca dan mempelajari lagi undang-undang tentang pers.

Menurut dia, keputusan media tak menjadikan reuni 212 sebagai berita utama menunjukkan independensi sebab media harus bebas dari tekanan.

"Ketika menurunkan sebuah headline, media mempertimbangkan dengan baik visi dan misinya."

"Jika dikatakan tidak independen, salah besar."

"Sebab jika media menulis karena tekanan, justru tidak independen," jelas Hendry Ch Bangun dilansir BBC News Indonesia.

"Lagi pula, setiap media punya agenda masing-masing," sambungnya.

Saat berpidato di acara peringatan Hari Disabilitas Internasional, Prabowo menyampaikan "kekesalannya" karena tidak semua media meliput dan menulis reuni 212 dihadiri "11 juta orang lebih".

Padahal baginya, aksi tersebut belum pernah terjadi dan merupakan kejadian pertama manusia berkumpul tanpa dibiayai oleh siapa pun.

Halaman
1234
Editor: Sugiyarto
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved