Pembantaian Pekerja di Papua

TGB: Pembunuh Pekerja di Papua Itu Lebih Pantas Disebut Teroris

Menurut TGB, mereka adalah kelompok separatis yang memang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

TGB: Pembunuh Pekerja di Papua Itu Lebih Pantas Disebut Teroris
Facebook TPNPB
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melalui akun Facebook Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) memberikan pernyataan atas pembantaian puluhan pekerja PT Istaka Karya. 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Gubernur NTB dua periode, Muhammad Zainul Majdi atau familiar dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) menilai pemberontak bersenjata yang tewaskan belasan orang di Papua lebih pantas disebut teroris.

Menurut TGB, mereka adalah kelompok separatis yang memang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kita semua tahu bahwa pelakunya ini kan sebenarnya kelompok separatis. Sehingga menurut saya yang pantas kita sematkan, mereka ini adalah kelompok teroris," ujar TGB di kantor PBNU, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018).

Baca: Demi Tumpas KKB di Papua, Jusuf Kalla Minta TNI Buat Operasi Militer Skala Besar

Eks politisi Demokrat ini menjelaskan kasus penembakan di Nduga, Papua termasuk kejadian luar biasa. Sebab menimpa anak bangsa yang tengah membangun infrastruktur untuk kepentingan masyarakat Papua.

Maka itu dia meminta para pelaku yang ia lebih layak disebut teroris itu untuk segera ditindak secara serius dan tidak setengah-setengah.

"Kejadian ini menimpa anak bangsa yang sedang membangun infrastruktur untuk kepentingan masyarakat di Papua. Jadi tidak boleh dibiarkan dan harus di tindak dengan setegas-tegasnya," tutur TGB.

Dia menganggap bahwa kelompok tersebut bukan sekedar Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) namun lebih kepada menebar ancaman persatuan dan sengaja memecah belah bangsa.

Mengatasinya, TGB berpesan agar TNI dan Polri menampilkan segenap kekuatannya, untuk bersatu padu memburu para pelaku sekaligus menghadirkan rasa aman bagi penduduk lainnya.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved