Pembantaian Pekerja di Papua

Soal 4 Pekerja PT Istaka Karya yang Belum Ditemukan, Polri Berharap Keempatnya Selamat

Sejumlah pekerja PT Istaka Karya diketahui menjadi korban dari penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

Soal 4 Pekerja PT Istaka Karya yang Belum Ditemukan, Polri Berharap Keempatnya Selamat
YouTube Sekretariat Pusat TPNOPM / IST-KOMPAS
Panglima Tinggi Kepala Staf Umum TPNPB Mayor Jenderal Teryanus Satto dan juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom / Jimmi Aritonang salah satu pekerja pembangunan jembatan yang berhasil dievakuasi ke Wamena (IST/Kompas). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah pekerja PT Istaka Karya diketahui menjadi korban dari penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. 

Namun, masih ada empat pekerja yang belum ditemukan oleh tim gabungan TNI-Polri. 

Kadiv Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal pun berharap 4 orang itu bisa ditemukan selamat.

"Kita belum dapat, mudah-mudahan kita dapat, karena dari data PT Istaka Karya yang belum ditemukan 4. Mudah-mudahan masih hidup," ujar Iqbal, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/12/2018). 

Selain itu, ia menyebut tim gabungan TNI-Polri akan terus mengejar kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

Ia menegaskan pihaknya akan berusaha menangkap dan memproses hukum setiap anggota KKB.

"Kita kejar, kita tangkap agar mereka mempertanggungjawabkan kebiadabannya," kata dia.

Jenderal bintang satu itu juga menyebut pihaknya bisa saja melepaskan tembakan kepada KKB.

Hal itu dilakukan, kata dia, apabila aksi KKB dinilai sudah membahayakan keselamatan aparat penegak hukum dan masyarakat sekitar. 

Mantan Wakapolda Jawa Timur itu menyebut bahwa itu sudah sesuai dengan aturan yang ada.

"Bila mereka menggunakan kekerasan, mengancam nyawa petugas atau nyawa masyarakat lain, ancaman seketika kalau tidak dilakukan upaya kepolisian, upaya TNI, petugas kami dapat kehilangan nyawa," kata dia.

"Kami lakukan tembakan, walaupun akibatnya mematikan, itu adalah aturan yang ada," tukas Iqbal.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved