Pedagang Minta Jangan Jadikan Pasar Sebagai Tempat Berpolitik

Mereka juga meminta kepada para politikus untuk tidak menjadikan pasar tempat berpolitiknya dan jangan memperalat pedagang pasar.

Pedagang Minta Jangan Jadikan Pasar Sebagai Tempat Berpolitik
Istimewa
Pedagang memasang spanduk dan menolak adanya politisasi pasar. 

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah pedagang pasar di Sumatera Selatan memasang spanduk dan menolak adanya politisasi pasar. Mereka juga membantah adanya kenaikan harga bahan pokok yang dilontarkan oleh salah satu cawapres.

"Hoaks kalau ada yang bilang harga sembako naik. Yang terjadi di lapangan itu justru ada penurunan terhadap bahan-bahan pokok. Kalaupun ada kenaikan itu tak banyak dan tidak selalu naik harga pangan bahan pokok masyarakat di pasar" kata seorang pedagang di pasar Timbangan Indralaya, Ogan Ilir Sumsel yang tidak ingin disebut namanya.

Ia juga meminta kepada para politikus untuk tidak menjadikan pasar tempat berpolitik.

Baca: Rekonstruksi Pengeroyokan Anggota TNI, Iwan Hutapea Jadi Orang Pertama yang Memukul Kapten Komarudin

Sebab, menurutnya, beredarnya info kalau harga pangan bahan pokok masyarakat mahal dan naik akan berimbas pada sepinya pasar. Alhasil penghasilan pedagang pasar pun berkurang.

"Padahal beberapa bahan pokok justru mengalami penurunan Misal Sagu Rp. 250 ribu sekarang Rp. 230 ribu per sak, itu sudah turun Rp. 20 ribu dan sekarang mau turun lagi. Kemudian harga Gula dari Rp 470 ribu per sak sekarang Rp 455 ribu, berarti turun," jelasnya.

Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved