Tsunami di Banten dan Lampung

Kepala Basarnas Banten: Kami Kekurangan Kantong Jenazah

Basarnas Banten kekurangan kantong jenazah untuk mengangkut korban meninggal dunia akibat bencana gelombang tsunami di Perairan Selat Sunda.

Kepala Basarnas Banten: Kami Kekurangan Kantong Jenazah
TRIBUN LAMPUNG/PERDIANSYAH
Petugas mengevakuasi korban tsunami yang melanda Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Senin (24/12/2018). Menurut BPBD Lampung Selatan sampai dengan sore pukul 17.00 WIB 24 Desember 2018, jumlah korban meninggal akibat gelombang tsunami yang menerjang pesisir kabupaten Lampung Selatan sebanyak 77 jiwa. TRIBUN LAMPUNG/PERDIANSYAH 

TRIBUNNEWS.COM, BANTEN - Badan SAR Nasional (Basarnas) Banten kekurangan kantong jenazah untuk mengangkut korban meninggal dunia akibat bencana gelombang tsunami di Perairan Selat Sunda.

"Kami sudah habis persediaan kantong jenazah sebanyak 100 kantong," kata Kepala Basarnas Provinsi Banten Zenal saat jumpa pers di Pos Utama Bencana Tsunami di Pandeglang.

Kehabisan kantong mayat akan menghambat proses pencarian, khususnya ketika tim menemukan jenazah di lokasi bencana, kata Zenal.

Saat ini, Basarnas terus melakukan evakuasi dan banyak menemukan korban tsunami yang sudah meninggal dunia.

Baca: Januari 2019, Bandara Jenderal Soedirman Purbalingga Mulai Dibangun

Akibat kekurangan kantong itu maka petugas kesulitan untuk mengangkut jenazah ke kendaraan ambulans atau ke puskesmas.  

"Kami minta kekurangan kantong jenazah dapat terpenuhi," katanya.

Menurut dia, saat ini jumlah korban meninggal dunia di Kabupaten Pandeglang mencapai 373 orang dan kemungkinan terus bertambah, sebab korban gelombang tsunami masih banyak yang belum ditemukan.

"Kami minta kantong jenazah bisa terbantu karena saat ini sudah tidak memiliki," katanya.

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved