Dampak Penyelewengan Dana Pendidikan Cianjur, Kemendikbud Gaet KPK Perbaiki Sistem

Irvan diduga memotong dana untuk pembangunan fasilitas sekolah yang ada di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Dampak Penyelewengan Dana Pendidikan Cianjur, Kemendikbud Gaet KPK Perbaiki Sistem
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Kamis (27/12/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dampak terjadinya penyelewengan dana pendidikan yang terjadi pada Kabupaten Cianjur membuat Kemendikbud berbenah.

Bersama-sama dengan KPK, Kemendikbud akan melakukan perbaikan alokasi dana serta sistem pendidikan secara menyeluruh di Tanah Air.

"Tentu saja kami berkonsultasi dengan KPK, termasuk sistem apalagi yang kira-kira bisa disempurnakan," ucap Mendikbud Muhadjir Effendy di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (8/1/2019).

"Untuk meminimalisir praktik-praktik yang tidak terpuji di dalam penggunaan anggaran pendidikan," imbuhnya.

Harapannya, perkara korupsi terkait dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018 yang menyeret nama Bupati nonaktif Cianjur Irvan Rivano Muchtar, menjadi kasus terakhir kali soal dana pendidikan.

"Tapi yang namanya niat tidak baik itu bisa banyak cara kan," kata Muhadjir.

Dalam kasus dugaan korupsi terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Tahun 2018, KPK menetapkan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar sebagai tersangka.

Irvan diduga memotong dana untuk pembangunan fasilitas sekolah yang ada di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Baca: Kubu Prabowo: Tugas KPU Bukan Menjaga Marwah Capres-Cawapres

Selain Irvan, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka.

Mereka adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi, Kepala Bidang SMP di Dinas Pendidikan di Kabupaten Cianjur Rosidin, dan Kakak Ipar Bupati Cianjur bernama Tubagus Cepy Sethiady.

Irvan bersama sejumlah pihak diduga telah memotong pembayaran DAK Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018 sebesar 14,5 persen dari total Rp46,8 miliar.

Padahal, anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun fasilitas pendidikan di 140 SMP di Kabupaten Cianjur. Beberapa di antaranya untuk pembangunan ruang kelas dan laboratorium.

Pemotongan dana tersebut diambil dari DAK Pendidikan yang telah dialokasikan kepada sekitar 140 sekolah di Kabupaten Cianjur.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved