Tahun Lalu Kekerasan Seksual Dominasi Kasus Anak yang Berhadapan dengan Hukum

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat selama 2018 ada 4.885 pengaduan kasus pelanggaran hak anak yang diterima pihaknya.

Tahun Lalu Kekerasan Seksual Dominasi Kasus Anak yang Berhadapan dengan Hukum
ISTIMEWA
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAKomisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat selama 2018 ada 4.885 pengaduan kasus pelanggaran hak anak yang diterima pihaknya.

Komisioner KPAI Putu Elvina menyebutkan pengaduan didominasi kasus anak berhadapan hukum sebanyak 1434 kasus.

Adapun kasus hukum tersebut kebanyakan karena kasus kejahatan seksual yang tidak hanya disebabkan oleh faktor tunggal tapi juga mendapat pengaruh dari pergaulan dan kebebasan yang berlebihan.

“Anak berhadapan dengan hukum!yang didominasi kejahatan seksual tidak ada faktor tunggal, ada pengaruh teman dan pergaulan, kebebasan yang berlenihan,” ujar Putu saat ditemui di Kantor KPAI, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019).

Baca: KPAI Sebut Tujuh Juta Anak 17 Tahun Berpotensi Tidak Bisa Memilih saat Pemilu, Ini Sebabnya

Kebebasan yang berlebihan mengacu juga pada tontonan pornografi yang mudah diakses oleh anak-anak melalui internet.

Faktor lainnya adalah pengaruh media sosial yang meningkatkan angka pencabulan serta pemerkosaan dan faktor kurangnya dasar-dasar agama juga memacu anak melakukan kejahatan sosial.

“Pengaruh media sosial yang mengarah pada pencabulan dan pemerkosaan dan kurangnya dasar-dasar agama,” papar Putu.

Faktor-faktor tersebut didapat KPAI dari hasil survey di 15 lapas anak dan kasus anak berhadapan dengan hukum karena kekerasan seksual didominasi laki-laki sebanyak 103 anak dan perempuan 58 anak.

Selain kasus anak berhadapan dengan hukum, KPAI menerima 857 kasus pengasuhan anak, kasus pornografi dan siber 697 kasus.

Kasus pendidikan sebanyak 451 kasus, masalah kesehatan dan NAPZA mencapai 364 kasus, dan kasus eksploitasi anak 329 kasus.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved