Obor Rakyat akan Kembali Terbit, Moeldoko: Kita Serahkan Saja kepada Aparat

Moeldoko menanggapi serius kabar tersebut dan meminta agar semua pihak tidak kembali memunculkan kegaduhan jelang Pilpres.

Obor Rakyat akan Kembali Terbit, Moeldoko: Kita Serahkan Saja kepada Aparat
TRIBUNNEWS/RIZAL BOMANTAMA
Moeldoko 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencana kembali terbitnya tabloid 'Obor Rakyat' jelang Pemilu 2019, membuat Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin, Moeldoko buka suara.

Ia menanggapi serius kabar tersebut dan meminta agar semua pihak tidak kembali memunculkan kegaduhan jelang Pilpres.

Menurutnya munculnya berita-berita yang tidak berimbang, tentunya akan menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat.

"Saya pikir janganlah memobilisasi berita-berita yang tidak bagus, karena itu akan menakutkan semua orang, ya sebaiknya hindari hal-hal seperti itu," ujar Moeldoko, saat ditemui di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat sore (11/1/2019).

Baca: Miras Sebanyak 81 Kardus Diamankan

Kendati demikian, jika tabloid tersebut tetap memuat hal yang dianggap merugikan dan tidak sesuai fakta saat diterbitkan, maka akan ada konsekuensi yang diterima oleh pihak Obor Rakyat.

"Tetapi kalau itu dilakukan dan melanggar Undang-undang (UU), maka ada pihak yang akan melakukan sesuatu," tegas Moeldoko.

Sebagai bagian dari TKN Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko pun menyerahkan semuanya kepada aparat penegak hukum jika kemunculan tabloid itu membuat kegaduhan di tengah panasnya situasi politik jelang Pilpres yang tersisa kurang dari 100 hari itu.

"Kita serahkan saja kepada aparat, aparat nanti akan bertindak sesuai dengan tugas dan fungsinya," kata Moeldoko.

Perlu diketahui, Tabloid Obor Rakyat sebelumnya pernah terbit pada Mei 2014 silam, menjelang Pilpres yang mempertemukan Jokowi dengan rivalnya, Prabowo Subianto untuk kali pertama.

Saat itu Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK), sedangkan Prabowo dengan Hatta Radjasa.

Merasa dirugikan oleh pemberitaan yang dimuat tabloid tersebut, Timses Jokowi-JK akhirnya melaporkan Obor Rakyat ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) lantaran dianggap menghina dan melakukan fitnah terhadap Jokowi.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved