Hakim Terima Suap

Terlilit Kasus Suap, Hakim Adhoc Pengadilan Negeri Medan Merry Purba Depresi

Merry Purba, terdakwa penerima suap dari Tamin Sukardi, mengalami depresi karena harus menjalani proses hukum.

Terlilit Kasus Suap, Hakim Adhoc Pengadilan Negeri Medan Merry Purba Depresi
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Hakim Merry Purba menangis di hadapan awak media, Rabu (5/9/2018) di lobi KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Merry Purba, terdakwa penerima suap dari Tamin Sukardi, mengalami depresi karena harus menjalani proses hukum.

Efendy Simanjuntak, selaku penasihat hukum Merry mengungkapkan kondisi kliennya tersebut.

"Dia agak depresi, karena tekanan begitu hebat. Jadi susah tidur," kata Efendy Simanjuntak, ditemui di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (14/1/2019).

Setelah menderita depresi, Efendy mengaku, kliennya sempat beberapa kali mengunjungi psikiater untuk menjalani pengobatan.

Baca: Tak Diperpanjang di Persib Bandung, Atep Terkejut dan Menangis di Depan Rekan-rekannya

"Jadi psikiater, sudah beberapa kali. Iya, sejak kasus ini," katanya.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menggelar sidang beragenda pembacaan surat dakwaan atas nama terdakwa Merry Purba selaku Hakim Ad Hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Medan.

Baca: Tanggapi Pelaporan ke Bawaslu soal Tabligh Akbar PA 212 di Solo, Gerindra: Mbok Jangan Lebay

Sidang digelar di R. Wirjono Projodikoro 1, Pengadilan Tipikor Jakarta, pada Senin (14/1/2019) siang.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK menyebut Merry menerima uang dari Tamin Sukardi, terdakwa korupsi penjualan tanah yang masih berstatus aset negara.

Uang itu diberikan melalui Helpandi, selaku Panitera Pengganti PN Tipikor Medan.

Halaman
123
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved