Pilpres 2019

BPN Yakin Elektabilitas Prabowo-Sandi Lampaui Jokowi-Ma'ruf pada Maret Mendatang

Hasil jajak pendapat Median menyatakan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf kini sebesar 47,9 persen dan Prabowo-Sandiaga 38,7 persen.

BPN Yakin Elektabilitas Prabowo-Sandi Lampaui Jokowi-Ma'ruf pada Maret Mendatang
Tribunnews/JEPRIMA
Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno saat mengikuti acara Debat Pertama Capres dan Cawapres di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Debat Pertama ini mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme. (Tribunnews/Jeprima) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Miftah Sabri optimistis elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan mengungguli petahana pada bulan Maret.

Hal itu ia ungkapkan dalam menanggapi hasil jajak pendapat Median per Januari 2019.

Hasil jajak pendapat Median menyatakan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf kini sebesar 47,9 persen dan Prabowo-Sandiaga 38,7 persen.

Perbedaan elektabilitas keduanya menjadi 9,2 persen. Jika dibandingkan jajak pendapat Median per November 2018, elektabilitas Prabowo-Sandiaga mengalami kenaikan meski lambat.

"Jadi dari angka-angka ini, kami optimis, Februari, Prabowo-Sandi akan menyalip dan memotong angka (elektabilitas) petahana. Dalam proyeksi BPN Prabowo-Sandi, Maret, Insya Allah sudah leading," ujar Miftah saat dihubungi Kompas.com, Selasa (22/1/2019).

Baca: Fadli Zon Sebut Survei Median Independen, yang Lain Tidak Jelas

Di sisi lain, Miftah menyoroti elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf yang berada di angka 47,9 persen.

Menurut dia, elektabilitas di bawah 50 persen menunjukkan posisi petahana belum aman.

Lantas ia membandingkan posisi presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono saat menjadi petahana dan memenangkan pemilu 2009.

Miftah mengatakan, tiga bulan menjelang pemilu tingkat keterpilihan SBY berada di atas 60 persen.

"Para petahana yang perolehan surveinya di bawah 50 persen rumus umumnya akan kalah dalam pemilu," kata Miftah.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved