BPS Sebut Bantuan Sosial Pemerintah Dorong Daya Beli Masyarakat

Adanya pertumbuhan di beberapa komponen konsumsi rumah tangga, menurut BPS, menunjukkan daya beli masyarakat yang mulai pulih.

BPS Sebut Bantuan Sosial Pemerintah Dorong Daya Beli Masyarakat
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Sejumlah siswa menunjukan Kartu Indonesia Pintar (KIP) beserta buku rekening tabungan BRI dalam sosialisasi dan percepatan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SMP Negeri 4, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/8). Kemendikbud melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama menggelar sosialisasi sekaligus percepatan pencairan dana PIP secara serentak di berbagai kabupaten atau kota di seluruh Indonesia, agar siswa dari keluarga tidak mampu dapat menggunakan manfaat PIP untuk keperluan sekolah secepatnya. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya/aww/17 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran konsumsi rumah tangga di tahun 2018 tumbuh sebesar 5,05%.

Adanya pertumbuhan di beberapa komponen konsumsi rumah tangga, menurut BPS, menunjukkan daya beli masyarakat yang mulai pulih.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Sri Soelistyowati mengatakan, adanya bantuan sosial berbentuk tunai dari pemerintah juga turut membantu meningkatkan daya beli masyarakat.

"Artinya kalau tadinya dia tidak mampu membeli, dengan adanya cash transfer tadi, dia jadi bisa membeli sehingga bisa mengonsumsi," ujar Sri, Rabu (6/2).

Dia pun menambahkan, peningkatan bantuan sosial yang diberikan pemerintah kepada masyarakat cukup mendorong masyarakat yang berada di lapisan bawah. Apalagi, pertumbuhan pemberian bantuan sosial tersebut lebih dari 50%.

Baca: BPS: Optimisme Pelaku Bisnis di Kuartal IV 2018 Turun

Berdasarkan data BPS, pertumbuhan bantuan sosial memang meningkat menjadi 52,48% di 2018 dari tahun sebelumnya yang hanya 11,48%.

Pemberian bantuan sosial juga tumbuh di kuartal IV 2018 sebesar 72,% dari kuartal IV tahun 2017. Bantuan sosial tersebut terbagi atas rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, perlindungan sosial, penanggulangan kemsdkinan dan penanggulangan bencana.

Sementara berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi bantuan sosial pada 2018 sebesar Rp 83,90 triliun. Angka ini tumbuh 51,72% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Lebih lanjut Sri menerangkan, ada beberapa hal yang mendorong pertumbuhan daya beli masyarakat. Mulai dari faktor nilai tukar petani yang membaik, pendapatan petani yang meningkat, hingga meningkatnya upah buruh tani dan bangunan.

Berita ini sudah tayang di kontan berjudul BPS: Bantuan sosial pemerintah bantu tingkatkan daya beli masyarakat

Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved