2.100 SMK tak Laku, Pemerintah Gagal?

Untuk itu ia telah meminta Dinas Pendidikan di tiap wilayah untuk melakukan penataan kelembagaan SMK.

2.100 SMK tak Laku, Pemerintah Gagal?
Tribunnews/JEPRIMA
Ilustrasi: Sejumlah siswa saat melakukan perakitan mesin usai acara peresmian Gedung Pengelasan atau Welding Shop di SMK NU Maarif Kudus, Jawa Tengah, Selasa (22/1/2019). Djarum Foundation bersama dengan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) berinisiatif untuk turut mencetak tenaga ahli pengelasan di Indonesia dengan mengembangkan program keahlian Teknil Pengelasan di SMK NU Maarif Kudus. (Tribunnews/Jeprima) ---Foto tak ada hubungannya dengan berita -- 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Pendidikan vokasi merupakan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia.

Pendidikan itu dimulai dari sekolah menengah kejuruan (SMK), di sana pihak pengelola memberikan pilihan jurusan yang dibutuhkan industri dan memberi peluang kerja yang besar.

Sayangnya sejumlah jurusan masih sepi peminat. Bahkan secara nasional Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad dalam kunjungannya di Surabaya mengungkapkan dari sekitar 14.000 SMK, sekitar 6.000 SMK sudah tidak sehat.

Baca: Di Hadapan Alumni Trisakti, Jokowi: Saya Bukan Diktator

Dalam artian jumlah siswanya sangat kecil, bahkan 2.100 SMK siswanya tidak sampai 60 orang.

"Bayangkan 60 anak ini dengan enam program keahlian. Berarti satu sekolah hanya ada 10 siswa tiap jurusan,"urainya.

Untuk itu ia telah meminta Dinas Pendidikan di tiap wilayah untuk melakukan penataan kelembagaan SMK.

Baca: Gejolak Tarif dan Bagasi, Dirjen Udara Minta Sosialiasi Lebih Intensif

Apalagi ternyata dari hasil BPS (Badan Pusat Statistik) ternyata pengangguran banyak dari lulusan SMK.

Padahal mereka disiapkan untuk terjun di dunia kerja

"Kami juga meminta agar sekolah sudah mulai refokusing pada bidang yang selama ini ditekuni sebagai corebisnisnya. Jangan dicampur bidang jurusan ada kesehatan, bisnis, tekniknya campur di satu SMK,"ungkapnya.

Ia juga meminta adanya evaluasi kebutuhan lulusan di sejumlah jurusan.

Seperti jurusan yang sudah tidak ada peminat dan pasarannya ditutup dan diganti dengan jurusan yang memungkinkan siswa bisa mudah mencari kerja. (Sulvi Sofiana)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul 2.100 SMK Tak Laku, Ironisnya Pengangguran Banyak dari Lulusan Sekolah Kejuruan, Pemerintah Gagal?

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved