Polda Papua Berikan Sanksi kepada Polisi yang Interogasi Tahanan Pakai Ular

Kasus ini sudah ditangani oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Divisi Propam) Polda Papua, karena dianggap melakukan pelanggaran aturan disiplin.

Polda Papua Berikan Sanksi kepada Polisi yang Interogasi Tahanan Pakai Ular
INSTAGRAM
Viral video polisi Papua menginterogasi pelaku penjambretan menggunakan ular. 

TRIBUNNEWS.COM, PAPUA - Polda Papua berjanji akan mengeluarkan sanksi bagi anggotanya di Polres Jayawijaya, Papua, yang terekam menginterogasi seorang terduga kasus pencurian dengan menggunakan ular.

Ular hidup itu dililitkan ke leher pria terduga pencuri telepon genggam yang kemudian melahirkan protes sejumlah kalangan setelah videonya beredar luas di masyarakat.

Pejabat kepolisian setempat kemudian meminta maaf atas "tindakan menyimpang" salah-seorang anggota dan berjanji akan "memberikan sanksi" kepada yang bersangkutan.

"Hukumannya bisa ada macam-macam, mulai teguran lisan, tertulis, hingga ditahan di tempat tertentu (selama)seminggu, dua minggu atau tiga minggu," kata Kepala sub bidang penerangan masyarakat Polda Papua, AKBP Suryadi Diaz, kepada BBC News Indonesia, Senin (11/02/2019).

Baca: Seorang Polisi Libatkan Ular Saat Interogasi, Polda Papua Minta Maaf

Saat ini, lanjutnya, kasus ini sudah ditangani oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Divisi Propam) Polda Papua, karena dianggap melakukan pelanggaran aturan disiplin.

"Itu (tindakan yang dilakukan anggota polisi) nakal, tidak profesional," tambahnya.

"Tidak dibenarkan cara selain melakukan pertanyaan dan mengumpulkan bukti-bukti."

Dalam video yang beredar di masyarakat, terlihat petugas polisi melilitkan seekor ular hidup di leher seorang tersangka.

Tangannya terikat di belakang, dan dia dalam posisi duduk di lantai.

Baca: Tarra Budiman Akui Pernah Lihat Mak Vera Berjudi, Chand Kelvin Sempat Temani hingga Tidur di Toilet

Petugas polisi terlihat sempat menyorongkan ular itu ke wajahnya, seraya menanyakan tentang dugaan keterlibatannya dalam kasus pencurian telepon genggam.

Halaman
123
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved