Pemilu 2019

Pemilu 2019 Elite Politik Jangan Jadi Sumber Hoaks dan Ujaran Kebencian

Menurutnya, kekerasan verbal yang dituangkan dalam perkataan tersebut tidak menutup kemungkinan mengarah pada kekerasan fisik

Pemilu 2019 Elite Politik Jangan Jadi Sumber Hoaks dan Ujaran Kebencian
Thinkstock
Ilustrasi hoaks 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tokoh pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Abdillah Toha mengatakan, pentingnya para elit politik nasional untuk dapat mengendalikan diri dalam bertutur kata maupun bersikap, saat masa kampanye Pemilu 2019.

Menurutnya, kekerasan verbal yang dituangkan dalam perkataan tersebut tidak menutup kemungkinan mengarah pada kekerasan fisik dikalangan pendukung/simpatisan.

Terlebih apabila hoaks dan ujaran kebencian itu dikemas atau dikaitkan dengan keagamaan.
Abdillah melihat masa kampanye Pemilu 2019 ini terlalu panjang.

Masyarakat maupun pemerintah sudah begitu lama membicarakan pemilu dan terus berpikir politik.

Dirinya juga menyesalkan banyaknya ujaran kebencian dan hasutan yang mengemuka selama masa kampanye.

"Saya sangat menyesalkan cara-cara kampanye yang mencampur-adukan agama secara keras, karena sangat berbahaya sekali," ujar Abdillah dalam keterangan yang diterima, Rabu (13/2/2019).

Menurutnya, bangsa Indonesia masih harus terus belajar demokrasi.

Baca: Kampanye di Jateng, Prabowo Berkaca Kekalahan 2014

Dirinya pun membandingkan dengan tahun 2018 justru Pilpres 2019 ini mengalami kemunduran.

Abdillah menjelaskan, sebagai negara besar dengan 250 juta penduduk dan 190 juta peserta Pemilu menjadikan Pemilu Indonesia ketiga terbesar di dunia setelah Amerika dan India.

"Dan kita berhasil melaksanakan itu di tahun 2014 dan 2009 dengan baik," kata Abdillah.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved