Kisah Korban Bom Hotel JW Marriot Ketika Pertama Kali Bertatap Muka dengan Adik Amrozi

Fifi seorang korban selamat dalam peristiwa bom Hotel JW Marriot mengungkapan bagaimana dirinya pertama kali bertemu langsung dengan adik Amrozi, Ali

Kisah Korban Bom Hotel JW Marriot Ketika Pertama Kali Bertatap Muka dengan Adik Amrozi
Tribunnews.com/ Fitri Wulandari
Fifi seorang korban bom Hotel JW Marriot saat hadir dalam Peluncuran sekaligus Bedah 4 Buku kKarya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Polisi Suhardi Alius di Auditorium Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (14/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fifi seorang korban selamat dalam peristiwa bom Hotel JW Marriot mengungkapan bagaimana dirinya pertama kali bertemu langsung dengan adik Amrozi, Ali Fauzi.

Perempuan tersebut tampak berusaha untuk berdiri tegar menyampaikan apa yang dialaminya saat peristiwa nahas itu merusak kebahagiaannya.

Di depan panggung peluncuran sekaligus bedah buku 4 karya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Polisi Suhardi Alius, Fifi sempat terlihat emosional saat mengingat pertemuannya kali pertama dengan adik dari pelaku Bom Bali I tersebut.

Baca: Kata Nikita Mirzani Soal Kedekatannya dengan Vicky Nitinegoro

Ketika melihat wajah Ali Fauzi saat itu, emosi Fifi langsung memuncak.

Saat itu, ia mengaku ingin menyiram wajah Ali Fauzi dengan garam dan cuka agar adik dari teroris Amrozi itu bisa merasakan kepedihan yang dialaminya dan para korban bom lainnya.

Saat melihat bagaimana rupa Ali Fauzi, perempuan berhijab itu menangis.

Tangisan itu terjadi pula dalam momen kali ini, saat ia bertemu dengan mantan teroris lainnya, Ali Imron yang hadir dalam acara peluncuran buku karya Kepala BNPT itu.

Baca: Airlangga: Komitmen Jokowi Menjaga Lingkungan Hidup Terlihat dari Pembangunan Infrastruktur

Suaranya parau, ia terlihat tidak bisa membendung air matanya yang jatuh saat mengenang peristiwa pertemuan tersebut.

Namun, itu menjadi titik pergolakan batinnya yang akhirnya membuatnya memutuskan bahwa dirinya harus ikhlas menerima apa yang telah ia alami.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved