PPP Gandeng Guru Madrasah untuk Tangkal Informasi Hoax di Jakarta

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar pertemuan dengan hafizh-hafizhah dan guru madrasah se-DKI Jakarta

PPP Gandeng Guru Madrasah untuk Tangkal Informasi Hoax di Jakarta
Istimewa
PPP menggelar pertemuan dengan hafizh-hafizhah dan guru madrasah se-DKI Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar pertemuan dengan hafizh-hafizhah dan guru madrasah se-DKI Jakarta.

Pertemuan ini berlangsung di Arosa Hotel, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (13/2/2019).

Dalam pertemuan itu dibahas soal penyebaran hoax yang semakin masif jelang pelaksanaan Pemilu 2019.

Pimpinan Presidium Forum Silaturahmi Hafizh-Hafizhah Indonesia (FSHI) Muhammad Ainul Yakin mengatakan sedikitnya 200 hafizh-hafizhah serta guru madrasah se-DKI hadir dalam acara bertema 'Pekokoh Ukhuwah, Pemilu Damai Tanpa Hoax' ini.

Baca: Pakualaman Cairkan Dana Tali Asih Penggarap Tanah Paku Alam

Kata Ketua Departemen Bidang Pemerintahan DPP PPP ini, pertemuan ini penting dilakukan karena kondisi dan situasi di masyarakat, khususnya di Jakarta cukup memprihatinkan jelang Pemilu 2019.

Baca: Fadli Zon Klaim Prabowo-Sandi Menang 63%, Erick Thohir: Jangan Manipulatif

"Semakin dekat dengan pelaksanaan Pemilu 2019, penyebaran hoax dan sandiwara yang direkayasa semakin masif. Kita berkewajiban mendampingi masyarakat agar tidak terpengaruh berita-berita hoax," kata caleg DPRD DKI dapil Jaksel 7 ini di Arosa Hotel, Kebayoran Lama, Jaksel.

Namun, Ainul Yakin tidak memungkiri, acara-acara seperti ini salah satu cara dari PPP agar tetap dekat dan dipercaya oleh umat.

"Kami melakukan pendekatan persuasif dan preventif di tengah gencarnya hoax yang beredar di masyarakat," imbuhnya.

Di tempat yang sama, anggota DPRD DKI Fraksi PPP Rendhika D Harsono mengatakan seluruh hafizh-hafizhah dan guru madrasah se-DKI sepakat menjaga kedamaian Ibu Kota sehingga penyelenggaraan Pemilu 2019 berjalan dengan lancar dan aman.

Ditegaskannya, penyebaran hoax harus diantisipasi jika tidak ingin Indonesia menjadi seperti beberapa negara di Timur Tengah.

Halaman
12
Penulis: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved