Presiden Dihadang Pendemo, Moeldoko: Itu Bukan Hal Serius

Diungkap Moeldoko hal ini adalah hal yang biasa. Peristiwa serupa sering terjadi ketika Jokowi melakukan kunjungan kerja di daerah.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Penghadangan terhadap mobil rombongan Presiden Jokowi oleh pendemo Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki Pertamina pada Rabu (13/2/2019) kemarin sempat membuat heboh.

Bukan hanya itu, fakta lainnya ada lima pendemo pingsan karena akibat kericuhan saat penghadangan.

Empat orang langsung siuman setelah menerima perawatan dari Dinas Kesehatan DKI. Sementara satu lainnya dikabarkan terinjak dan dibawa ke sebuah mobil milik pendemo.

Seorang istri pendemo bahkan berhasil menghampiri mobil yang ditumpangi Jokowi dan Iriana. Dewi Sriyanti, nama wanita tersebut meluapkan semua perasaan dan tuntutannya.Mewakili pendemo yang lain, mereka berharap segera ditangani.

Reaksi Jokowi, menurut Dewi Stiyanti, Jokowi meminta para pendemo untuk bersabar dan pasti ada penyelesaiannya. Ibu Iriana yang duduk di samping Jokowi turut memberikan semangat.

Menyikapi hal ini, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko ‎menuturkan Jokowi biasa menyambut masyarakat yang ingin bertemu dengan dirinya, meskipun ketika dalam iring-ringan mobil.

Diungkap Moeldoko hal ini adalah hal yang biasa. Peristiwa serupa sering terjadi ketika Jokowi melakukan kunjungan kerja di daerah.

Baca: Imam Masjid Kauman Keberatan Prabowo Gelar Salat Jumat, Taufik: Saya Akan Tuntut

"Presiden kan biasa kalau menghadapi massa. Presiden biasa menghadapi masyarakat di jalan. Seperti saat membagikan buku, itu sangat mepet dan nemppel ke mobil presiden. Saya sendiri secara pribadi cukup khawatir, cuma presiden happy saya dengan situasi seperti itu. Itu sudah biasa," tutur Moeldoko, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Termasuk Moeldoko juga menilai hal yang biasa terjadi aksi saling dorong antara aparat kepolisian dengan masa pendemo. Ini nornal terjadi karena baik Polisi maupun Paspamres punya penilaian sendiri untuk keamanan presiden dan ibu negara.

‎"Semalam kan sempat sedikit ada dorong-dorongan oleh aparat, ini karena jangan sampai nanti ada yang ketabrak, keserempet mobil dan seterusnya. Sehingga itu bukan sebuah peristiwa yang serius, peristiwa biasa. Melihat situasi kurang bagus, untuk pengamanan presiden ada langkah-langkahnya," tambah Moeldoko.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved