Pilpres 2019

Dinilai Jokowi Kurang Optimistis, Ini Pembelaan Prabowo Subianto

Dalam debat, Calon presiden Joko Widodo menganggap rivalnya, Prabowo Subianto pesimistis dalam menghadapi tantangan ke depan.

Dinilai Jokowi Kurang Optimistis, Ini Pembelaan Prabowo Subianto
Tribun Video/Ryan
Live streaming debat kedua Pilpres 2019 yang diadakan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu (17/2/2019) mendatang. 

TRIBUNNEWS.COM - Calon presiden Joko Widodo menganggap rivalnya, Prabowo Subianto pesimistis dalam menghadapi tantangan ke depan. Prabowo membantah anggapan tersebut.

Sebaliknya, Prabowo Subianto merasa sangat optimistis jika terpilih sebagai presiden periode 2019-2024. Hal itu terlihat saat debat kedua capres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019) malam.

Awalnya, Prabowo mengatakan, perkembangan revolusi industri 4.0 memang sangat dasyat. Artificial intelligence akan berdampak besar pada industri.

Ia memberi contoh pabrik mobil di Jerman yang awalnya memiliki 15.000 pekerja bisa diganti dengan robot. Namun, kata Prabowo, ketika kini ramai berbicara revolusi industri 4.0, di sisi lain petani Indonesia belum dibela.

Baca: Jubir TKN Sebut Jokowi Menang Telak dari Prabowo Subianto di Debat Kedua

"Kita juga belum bisa menjamin harga harga pangan terjangkau oleh rakyat kita. Ini yang saya permasalahkan. Bagus kita bicara industri 4.0, tapi saya lebih ingin menjamin bahwa Indonesia bisa menyediakan pangannya sendiri tanpa impor-impor dari negara manapun," kata Prabowo.

Jokowi kemudian menyindir pernyataan Prabowo tersebut.

"Pak Prabowo ini kelihatannya ke depan kurang optimistis," kata Jokowi.

Jokowi menekankan optimisme menyambut revolusi industri 4.0. Ia memberi contoh banyaknya produk petani yang sudah masuk ke market place seperti TaniHub.

Dengan demikian, kata dia, harga produk petani bisa naik lantaran tidak melewati agen-agen.

"Saya kira itu hal yang konkret yang lebih justru membuka kesempatan bagi petani-petani kita untuk melompat dalam berproduksi karena diberikan harga yang lebih baik. Tidak lewat agen-agen di tengah yang terlalu banyak," ujar Jokowi.

Baca: Jokowi Beberkan Prestasi Pemerintah yang Menguntungkan Nelayan

Halaman
12
Penulis: Abdul Majid
Editor: Willem Jonata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved