Mahfud MD Hanya Tertawa Dituding Memojokkan SBY

Mahfud MD tertawa saat diminta konfirmasinya atas tudingan kader Partai Demokrat, Andi Arief bahwa dirinya memojokkan SBY dalam penggunaan UU ITE.

Mahfud MD Hanya Tertawa Dituding Memojokkan SBY
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Prof Dr Mohammad Mahfud MD, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia, dan tameng samurai Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS TOKYO - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD tertawa saat diminta konfirmasinya atas tudingan kader Partai Demokrat, Andi Arief bahwa dirinya memojokkan SBY dalam penggunaan UU ITE yang belakangan ini diributkan.

"Coba di bagian mana dari cuitan-cuitan saya yang menyebut bahwa SBY menggunakan UU ITE untuk memenjarakan pengkritiknya? Satu kata pun tidak ada," kata Mahfud kepada Tribunnews.com, Jumat (1/3/2019).

Mahfud MD yang akun Twitter-nya mempunyai follower 2.571.000 itu mengatakan, dirinya hanya mengatakan bahwa UU ITE yang kini diributkan dan diusulkan untuk ditinjau itu diundangkan pada era SBY dan ditandatangani oleh Presiden SBY.

Korban pertama pun yang diadili dan dihukum dengan UU itu adalah Prita Mulyasari pada zaman pemerintahan SBY.

Baca: Jaksa Ungkap Isi Pesan Ratna Sarumpaet kepada Rocky Gerung, 'Need You Badly'

Prita divonis inkracht pada tahun 2011 dan dibebaskan melalui vonis PK pada tahun 2012.

Menurut Mahfud, sebenarnya dia hanya merespon orang-orang yang mengusulkan agar UU ITE dicabut.

Mahfud mengatakan bahwa UU ITE itu dibuat pada masa SBY karena saat itu dibutuhkan.

"Jadi kalau sekarang dianggap berbahaya ya bisa dicabut, apa susahnya," kata Mahfud yang sekarang memimpin Gerakan Suluh Kebangsaan itu.

Dalam cuitannya itu Mahfud memang tidak menyebut sedikit pun bahwa Prita dihukum dengan UU ITE karena mengkritik SBY.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved