Penangkapan Terduga Teroris

Abu Hamzah Miliki Kemampuan Rakit Bom, Sudah Aktif di Jaringan Teroris 6 Tahun Terakhir

Pria kelahiran tahun 1989 itu disebut telah aktif selama 6 tahun terakhir di jaringan teroris.

Abu Hamzah Miliki Kemampuan Rakit Bom, Sudah Aktif di Jaringan Teroris 6 Tahun Terakhir
Tribun Medan/Sofyan Akbar
7 Fakta Kasus Terduga Teroris di Sibolga, sang Istri Nekat Menyandera Anak Hingga Meledakan Diri dengan Bom Lontong 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nama terduga teroris Husain alias Abu Hamzah mencuat beberapa hari terakhir pasca penangkapannya serta peledakan diri istrinya di Sibolga, Sumatera Utara.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo sedikit mengungkap sosok Abu Hamzah kepada awak media.

Pria kelahiran tahun 1989 itu disebut telah aktif selama 6 tahun terakhir di jaringan teroris. Informasi tersebut didapatkan dari keterangan orang tua yang bersangkutan.

"Selama 6 tahun terakhir keterangan dari orang tuanya ini aktif di beberapa kelompok, jaringan Lampung dan Sibolga. Baru beberapa tahun terakhir Sibolga," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (14/3/2019).

Abu Hamzah diketahui terpapar aliran Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang terafiliasi dengan ISIS. Ia juga masih terindikasi masuk jaringan Lampung, karena ditangkap berdasarkan pengembangan terduga teroris Lampung, Rinto Sugianto.

Dedi juga mengatakan Abu Hamzah bisa disebut sebagai aktor intelektual karena memiliki kemampuan merakit bom.

Itu juga terlihat dari barang bukti yang diamankan pasca kepolisian menangkapnya. Antara lain dua buah bom pipa, 4 buah cashing tabung pipa dari LPG, 100 kg flash powder, potasium korat, 2 buah bom pipa tabung, 1 buah bom pipa elbow, serta 4 buah bom yang telah tertanam di halaman rumah sebagai bom ranjau.

Baca: Cawapres Maruf Amin Kunjungi Serang dan Cilegon

"AH sebagai aktor intelektual, karena mempunyai kemampuan lebih dari teman-temannya, yakni merakit bom," jelasnya.

Meski begitu, jenderal bintang satu tersebut menegaskan aksi teror yang direncanakan Abu Hamzah tidak berkaitan dengan pemilu. Aksinya lebih ditujukan kepada amaliyah terhadap aparat keamanan yang menjadi musuh kelompok teroris.

"Nggak ada kaitannya sama pemilu. Dia (AH) sasarannya adalah melakukan amaliyah terhadap markas (kepolisian) maupun secara personal aparat keamanan. Kenapa? Karena aparat keamanan termasuk yang paling getol atau paling intens melakukan penegakan hukum terhadap kelompok mereka," kata Dedi.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved