Pilpres 2019

IKOHI: Penculikan Aktivis 98 Bukan Hoaks

Faisol menanggapi pernyataan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) yang menyebut keterlibatan Prabowo Subianto

IKOHI: Penculikan Aktivis 98 Bukan Hoaks
Tribunnews/MUHAMMAD FADHLULLAH
Ilustrasi: Sejumlah aktivis melakukan konferensi pers di Lentera Menteng, Jakarta, Selasa (26/2/2019). Konferensi pers ini membahas 4 poin. Yaitu : 1. Audit Publik Atas Kepemilikan Lahan dan Harta Kroni Orde Baru, 2. Mengambil Langkah Hukum Atas Penistaan Terhadap Perjuangan Rakyat dan Mahasiswa Yang Memperjuangkan Reformasi 98, 3. Melaporkan Paslon 02 Ke Bawaslu dan KPU Terkait Adanya Indikasi Pelanggaran Pemilu, 4. Membangun Aliansi Strategis Kerakyatan Bersama Joko Widodo Tuntaskan Amanat Reformasi 98. TRIBUNNEWS/MUHAMMAD FADHLULLAH 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Salah satu korban penculikan Aktivis 98 yang tergabung dalam IKOHI, Faisol Reza, menegaskan bahwa kejadian penculikan aktivis pada 1998 bukan peristiwa bohong atau hoaks.

Faisol menanggapi pernyataan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) yang menyebut keterlibatan Prabowo Subianto dalam kejadian ini adalah hoaks.

"Kalau dikatakan Prabowo tidak pernah menculik, apa yang kita alami selama ini adalah hoaks, saya disiksa, Aan disiksa, Andi Arief juga disekap itu hoaks, termasuk Pak Mardani yang mencoba mengahapus sejarah itu, mudah-mudahan dia mendapatkan ampunan dari Tuhan," ujar Faisol di Hotel Grand Cemara, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2019).

Baca: Wanita Misterius yang Digerebek Bareng Andi Arief Dibongkar Pakar IT, Kemiripannya Capai 99 Persen!

Faisol menjelaskan bahwa dalang dibalik kejadian tersebut sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat.

Dirinya mengingatkan bahwa Prabowo dikeluarkan dari satuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) karena terlibat kasus tersebut.

"Bahwa sudah tahu pelanggaran HAM, pelakunya dikeluarkan dari TNI, kita semua tahu siapa, saya ingin menambahkan siapa pun yang memerintahkan tentunya pelaku akan bertanggung jawab," tegas Faisol.

Faisol mengaku tidak akan tinggal diam, jika ada pihak yang mengatakan bahwa kejadian ini adalah hoaks.

Baca: Nursam Jhonlin, Istri Haji Isam yang Pilih Bungkam Saat Suami Diisukan Main Belakang dengan Syahrini

"Kalau dia mau menyampaikan lagi, tugas saya dan teman-teman akan saya tuntut, apa yang dia sampaikan," pungkas Faisol.

Baca: Syahrini Sebut yang Bukan Jodoh Bakal Tersingkir, Psikolog Ini Protes: Gimana dengan Pelakor

Seperti diketahui, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyebutkan bawah tuduhan Prabowo Subianto terlibat kasus penculikan pada 1998 merupakan kabar bohong. 

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved