Romahurmuziy Ditangkap KPK

Pernah Dibikin Tersinggung oleh Ulah Romahurmuziy, Mahfud MD Bilang Semuanya Hanya Soal Waktu

Mahfud bilang, segalanya hanya soal waktu. "As I told you at that night, in Darmawangsa Hotel: everything is matter of time..!," cuit Mahfud.

Pernah Dibikin Tersinggung oleh Ulah Romahurmuziy, Mahfud MD Bilang Semuanya Hanya Soal Waktu
Rizal Bomantama
Ketua Umum PPP M Romahurmuziy dengan kostum Gatotkaca di acara deklarasi kampanye damai di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (23/9/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD ikut mengomentari kabar penangkapan Ketua Umum PPP Romahurmuziy yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Melalui Tweet-nya pada hari Jumat ini, Mahfud MD seolah mengenang masa lalu dengan menggunakan Bahasa Inggris. Ia menyinggung pertemuan di Hotel Damawangsa.

Mahfud bilang, segalanya hanya soal waktu. "As I told you at that night, in Darmawangsa Hotel: everything is matter of time..!," cuit Mahfud.

Beberapa bulan yang lalu Mahfud MD pernah blak-blakan menyampaikan kekecewaannya pada Romahurmuziy. Hal itu terjadi saat ia gagal menjadi cawapres Jokowi di Pilpres 2019, di mana akhirnya Ma'ruf Amin yang lebih dipilih.

Saat itu, Mahfud MD menegaskan kalau dirinya tidak kecewa karena gagal jadi cawapres Jokowi. Namun, Mahfud MD mengaku tersinggung dengan pernyataan Ketua PPP Romahurmuziy soal seragam yang ia kenakan.

Hal itu disampaikan Mahfud MD pada acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (15/8) tahun lalu. Awalnya, Mahfud MD menceritakan drama yang terjadi padanya menjelang deklarasi capres-cawapres pada saat itu.

Ia menceritakan, pada tanggal 1 Agustus 2018 pukul 23.00 WIB, dirinya diundang oleh Mensesneg Pratikno ditemui bersama Mantan Kepala Staf Kepresidenan Indonesia Teten Masduki.

Di rumah Pratikno tersebut, Mahfud MD mengaku diberitahu kalau pilihan cawapres Jokowi sudah mengerucut kepada dirinya.

Baca: Penangkapan Romy oleh Penyidik KPK Kagetkan Publik

Saat itu, Mahfud MD diminta berisiap-siap dan segera menyelesaikan syarat-syarat yang diperlukan sebagai cawapres dan disarankan untuk melakukan komunikasi dengan PKB.

"Saya melakukan komunikasi dengan orang-orang Cak Imin, saya katakan saya kan bukan calon lewat PKB kenapa saya harus menyelesaikan dengan PKB? Nanti malah orang golkar menganggap saya orang calon PKB gitu, makanya saya menemui orang-orang yang dianggap berpengaruh terhadap Cak Imin," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved