Mensos: Kenaikan Anggaran Bansos, Bukti Perhatian Pemerintah kepada Masyarakat Kurang Mampu

Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan pentingnya perubahan (up-dating) data dalam penyaluran bantuan sosial. Data yang aktif diperbar

Mensos: Kenaikan Anggaran Bansos, Bukti Perhatian Pemerintah kepada Masyarakat Kurang Mampu
Kemensos
Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) 

Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan pentingnya perubahan (up-dating) data dalam penyaluran bantuan sosial.

Data yang aktif diperbarui dan kredibel sangat membantu dalam ketepatan penyaluran sosial kepala target yang ditentukan. Dalam kaitan ini, Mensos memuju Kabupaten Bandung yang termasuk aktif memperbarui data.

“Kita semua tau, kita semua paham bahwa up dating data bisa dikatakan segalanya dalam penyaluran bantuan sosial. Saya mendapat informasi Kabupaten Bandung salah satu daerah yang terbaik dalam up dating data kemiskinan,” ujar Gumiwang di kegiatan Sosialisasi Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (16/3).

Mensos menyatakan, data yang terbarui dengan baik akan membuat data itu kredibel dan oleh karenanya memperkecil peluang terjadinya penyimpangan.

“Karena sejak awal memang sudah baik. Apalagi sekarang (indeks bantuan) PKH sudah non-flat. Sehingga tidak bisa dibikin-bikin. Oleh karena itu saya ucapkan terima kasih kepada bapak Kepala Desa, bapak Camat, dan bapak Bupati Bandung yang telah bekerja sama dengan baik,” ujarnya.

Mensos juga mengucapkan penghargaan dan terima kasih kepada SDM PKH, SDM BPNT, secara khusus yang berada di Kabupaten Bandung, yang sudah memberikan kontribusi pada usaha percepatan pengurangan kemiskinan.

Kepada KPM yang hadir, Mensos mengingatkan, berdasarkan survei BPS per September 2018, angka kemiskinan di Indonesia sudah berhasil ditekan dan saat bersamaan pemerintah juga memperbaiki angka gini rasio.

“Untuk ibu-ibu ketahui, menurunkan angka kemiskinan membutuhkan usaha yang sangat besar dan tantangan yang sangat berat. Apalagi dibarengi dengan penurunan angka gini rasio. Ada jaman ada rezim yang bisa menurunkan angka kemiskinan tetapi tidak bisa menurunkan gini rasio. Alhamdullilah Presiden Jokowi berhasil menurunkan dua-duanya,” ujar Gumiwang.

Gumiwang memberikan informasi bahwa persentase kemiskinan dan angka gini rasio berdasarkan survei BPS September 2018 sebesar 9.66% dan gini rasio sebesar 3.834.

Gumiwang juga menambahkan, pemerintah sangat memberikan perhatian yang saat tinggi kepada ibu-ibu. Pasalnya, di tahun lalu, anggaran bantuan sosial sudah mencapai Rp19 Triliun.

Halaman
123
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved