PDIP Dan Gerindra Akan Jadi Partai Dominan Di Parlemen Mendatang

Menurut Leonard, faktor presidential threshold yang mengunci jumlah pasangan calon hanya dua pasang memberi keuntungan bagi kedua partai politik.

PDIP Dan Gerindra Akan Jadi Partai Dominan Di Parlemen Mendatang
Tribunnews/JEPRIMA
Komisioner KPU RI Viryan Aziz bersama Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini saat menggelar Dialog Publik DPT Bersih Selamatkan Hak Pilih di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Sabtu (15/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Gerindra sebagai partai utama pengusung capres-cawapres disebut sebuah lembaga survei paling menikmati coattail effects atau efek ekor jas dari pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

“Suara PDIP dan Gerindra memang mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hasil Pileg 2014,” ungkap Direktur Eksekutif Indometer (Barometer Politik Indonesia), Leonard Sb, dalam keterangannya, Minggu (17/3/2019).

Menurutnya, kedua parpol dapat dikelompokkan dalam spektrum partai nasionalis yang berpotensi menjadi partai dominan di parlemen mendatang.

Temuan survei Indometer menunjukkan elektabilitas PDIP mencapai 23,5 persen, sedangkan Gerindra 13,4 persen. Pada Pileg 2014, suara PDIP tidak mencapai 20 persen, sementara posisi Gerindra masih di bawah Golkar.

Menurut Leonard, faktor presidential threshold yang mengunci jumlah pasangan calon hanya dua pasang memberi keuntungan bagi kedua partai politik.

Dia memperkirakan PDIP akan menjadi partai pemenang pemilu, disusul Gerindra sebagai runner up. Di sisi lain, Pemilu 2019 juga akan menjadi akhir dari kejayaan Golkar.

“Sejak pemilu pertama pasca-reformasi Golkar selalu menempati peringkat pertama atau kedua, baru kali ini Golkar tergeser ke posisi ketiga, dengan elektabilitas 10,2 persen,” jelas Leonard.

Posisi Golkar juga dibayangi PKB dengan elektabilitas 8,9 persen.

Menurut Leonard, PKB sedikit banyak diuntungkan oleh figur Kyai Ma’ruf sebagai cawapres. Dengan latar belakang NU yang menjadi basis massa tradisional, posisi PKB relatif lebih aman dibanding Demokrat.

Baca: Kisah Dramatis Penyelamatan Bayi 5 Bulan yang Terjebak di Kolong Rumah Oleh Anggota Yonif RK 751/VJS

Halaman
123
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved