Pilpres 2019

Sandi Boleh Jadi Lebih Muda, Namun Kiai Maruf Lebih Visioner, Jawab 10 years Challenge

Sandi Boleh Jadi Lebih Muda, Namun Kiai Maruf Lebih Visioner, Jawab 10 years Challenge

Sandi Boleh Jadi Lebih Muda, Namun Kiai Maruf Lebih Visioner, Jawab 10 years Challenge
Kompas TV
Kegunaan tiga kartu yang dipamerkan Maruf Amin saat Debat Cawapres 2019, KIP Kuliah hingga Kartu Sembako Murah. 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA- Aspek ketenagakerjaan di luar dugaan memberikan element of surprise tertinggi bagi sosok ulama KH Maruf Amin.

Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto mengungkapkan, pemahaman terhadap pentingnya peningkatan kualitas tenaga kerja yang dimulai dari pendidikan, pelatihan, kerjasama dan kolaborasi.

Juga pentingnya meluruskan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri dengan paradigma baru.

Baca: Sepakat dengan KH Maruf Amin, Riset Dianggap Sebagai Ukuran Kemajuan Bangsa Berdikari

Untuk menarik kemaslahatan dan menolak kerusakan, benar-benar menyentuh hati para pekerja Indonesia baik di dalam maupun luar negeri.

"Kiai Maruf Amin dengan nuraninya berbicara  kebaikan untuk umat, penuh kejujuran.Inilah yang menjadi sisi keunggulan Kiai Maruf Amin, yakni dasar-dasar terhadap pemahaman kemanusiaan," ujar Hasto,Minggu (17/3/2019).

Dengan tampilan debat tersebut, Hasto yakin rakyat melihat,boleh jadi Sandiaga Uno lebih muda namun Kiai Maruf Amin jauh lebih visioner, program kongkret dan menjawab kebutuhan.

"Menjadi pemimpin nasional memerlukan kematangan lahir batin. Kedewasaan alam pikir yang digerakkan oleh suara hati pemimpin," kata dia.

"Kearifan Kiai Maruf menjadi daya unggul yang menyebabkan apa yang disampaikan penuh dengan kejujuran dan sebagai saripati suara umat," ujarnya.

Baca: Maruf Amin: Pemerintah Sudah Bikin Infrastruktur Langit untuk Dorong Penguasaan Teknologi Digital

Demikian halnya dalam kebudayaan, pemahaman terhadap pentingnya opera house, pemahaman budaya digital.

Namun saat bersamaan berakar pada kebudayaan bangsa, menunjukkam Kiai Maruf mampu melampaui ekspektasi banyak orang.

"Dalam diri Kiai Maruf, nilai-nilai Islami menjadi bingkai kemajuan dan bahasa yang disampaikan pun akrab bagi kalangan anak muda," puji Hasto.

Keseluruhan tampilan debat, lanjut Hasto akhirnya membawa diferensiasi Kiai Maruf sebagai sosok berpengalaman dan penuh dengan kebijaksanaan.

"Sebaliknya Sandi tampil dalam kemudaan secara fisik, namun gagal mengelaborasi visi misi," tegas Hasto.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved