Pilpres 2019

BPN Nilai Jawaban Sandiaga Uno Atas Tiga Kartu Sakti Jokowi Akan Memberikan Efek Elektoral

BPN Prabowo-Sandi menilai langkah Sandiaga Uno mengeluarkan KTP elektronik dalam debat ketiga Pilpres 2019 sebagai langkah cemerlang.

BPN Nilai Jawaban Sandiaga Uno Atas Tiga Kartu Sakti Jokowi Akan Memberikan Efek Elektoral
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menilai langkah Sandiaga Uno mengeluarkan KTP elektronik dalam debat ketiga Pilpres 2019 sebagai langkah cemerlang.

Sandiaga Uno mengeluarkan e-KTP dari dompetnya guna menjawab program Kartu sakti Jokowi-Ma'ruf.

Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso menilai langkah Sandiaga tersebut bisa berdampak terhadap meningkatnya elektoral Prabowo-Sandi.

Baca: Presiden Korea Selatan Perintahkan Skandal Seungri dan Jung Joon Young Dikupas Tuntas

"Itu telah menjadi momentum puncak bagi Sandiaga Uno ketika menyampaikan closing 4 menit terakhir yang itu puncak dari semua perdebatan antara dua calon tersebut semalam," ujar Priyo dalam diskusi Pasca Debat di Media Center BPN, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (18/3/2019),

Alasannya menurut Priyo, masyarakat kini sudah bosan dengan program Kartu yang diusung petahana.

Sehingga, ia menilai langkah Sandiaga menggunakan e-KTP dalam berbagai program bantuan sosial ekonomi merupakan solusi karena tidak memerluan kartu-kartu baru.

Baca: Istri Sah Minta Bella Luna Kembalikan Uang Rp 2 Miliar dan Mobil Mewah

"Cara Sandi menyampaikan alternatif ini tidak diperlukan banyak kartu. Karena pembuatan ini membebani keuangan negara karena pembuatannya harus banyak biaya. Oleh Sandi e-KTP tersebut itu dijadikan sebagai apa yang disebut single identification number (SIN). Atau pusat segala identitas seseorang," tuturnya.

Menurut Politikus Berkarya itu dengan banyaknya kartu dalam setiap program bantuan sosial maka akan memakan banyak biaya.

Baca: Seorang Warga Perancis Ditangkap Saat Sedang Transaksi Narkoba di Bali

Karena itu, penggunaan E KTP sebagai basis data pelaksanaan program bantuan sosial dapat menghemat APBN triliunan.

"Jadi tidak perlu dengan banyak kartu, tapi cukup lewat SIN jika ini diperbarui sekian triliun akan dihemat untuk kepentingan itu. Dan tidak dipersalahgunakan seperti heboh mengenai kejahatan pembuatan KTP ini. Jadi e-KTP ini harusnya bisa jadi satu-satunya kartu super sakti," katanya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved